Perusda Tak Mampu Pelihara Stadion Merdeka, Pemkab Bakal Ambil Alih Setelah Ini

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo bakal mengambil alih stadion Gelora Merdeka diKraksaan. Pengambilalihan tersebut disebabkan karena Perusahaan daerah (perusda) Rengganis Kabupaten Probolinggo, dianggap tak mampu memelihara dan merawat stadion tersebut.

Proses itupun tinggal menunggu surat penyerahan aset dari Perusda Rengganis ke Pemkab Probolinggo. Jika administrasi selesai, maka fix stadion Gelora Merdeka, akan menjadi aset Pemkab Probolinggo.

Kepala Dinas Pemuda olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sidik Widjanarko saat dikonfirmasi mengatakan, secara lisan dan anggaran pemeliharaan sudah di serahkan ke pihaknya. Tetapi, secara adiministrasi masih belum.

”Tapi, mudah-mudahan dan mohon bantuan doa kan dalam tahun 2019 stadion Gelora Merdeka sebagai Ikon ibukota Kabupaten Probolinggi dan segera dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga. Khusus nya sepak bola yang sudah 5 tahun tidak dapat difungsikan sebagai sarana sepak bola,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (9/12).

Sementara itu, Plt Direktur Perusda Rengganis, Asy’ari saat dikonfirmasi mengaku, perusda memang tidak mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap stadion. Mengingat, pendapatan yang dihasilkan dari stadion sangat rendah dan hampir tidak ada sama sekali. Ditambah, tidak adanya penyertaan modal lagi dari Pemerintah untuk Perusda Rengganis.

”Stadion itu merupakan aset daerah. Jadi, saat akan diambil oleh pemerintah daerah, silahkan saja,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo, Donny Ardianto saat dikonfirmasi mengatakan, rehab stadion sudah hampir selesai dikerjakan. Saat ini, lapangan stadion sudah tampak lebih tinggi dan rata. ”Pengerjaan sudah sampai 85 persen, sudah hampir selesai,” katanya.

Donny mengaku optimistis pengerjaan rehab stadion itu akan selesai tepat waktu. Sebab, saat ini pengrjaan sudah pada tahapan akhir atau finishing. Sesuai kontrak kerja, kegiatan dengan anggaran berkisar Rp 1,6 miliar itu akan rampung sebelum akhir tahun.

”Kontrak kerjanya terakhir berkisar tanggal 25 sampai 30 Desember,” ujarnya. (mas/fun)