Sopir Angkot Pasuruan Ini Jadi Sopir Teladan Terbaik III Nasional

Wahyudi Pratama Suta, pengemudi angkutan asal Kota Pasuruan berhasil menjadi finalis terbaik ketiga tingkat nasional dalam Abdi Yasa Teladan yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan RI. Apa rahasianya?

FAHRIZAL FIRMANI, Gadingrejo

Wajah semringah ditunjukkan oleh Wahyudi Pratama Suta saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan. Berulang kali senyum tampak mengembang dari wajah pria paruh baya ini. Pandangannya pun tak henti hentinya tertuju pada piagam penghargaan di tangannya.

Piagam berbentuk persegi panjang itu bertuliskan peringkat III pemilihan Abdiyasa Teladan Tingkat Nasional. Di bawahnya tertera tanda tangan Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. Maklum saja, Wahyudi baru dinobatkan sebagai primer koperasi angkutan darat (primkopangda) teladan.

Wahyudi mengungkapkan keikutsertaan dirinya dalam ajang tersebut berawal dari seleksi tingkat kota oleh Dishub setempat pada September silam. Ada sebanyak 95 pengemudi angkutan darat dari bus dan angkutan kota yang mengikuti tahap seleksi ini.

Seleksi dilakukan dalam tes tertulis tentang undang undang tata tertib berlalu lintas nomor 22 tahun 2009, standar pelayanan minimal trayek dan non trayek, serta membuat problem solving atau pemecahan masalah tentang tertib berlalu lintas.

“Dari situlah terpilih tiga orang terbaik. Dan saya menjadi terbaik pertama di Kota Pasuruan. Dan ini berlanjut ke tingkat provinsi. Saya diminta untuk mewakili Kota Pasuruan,” katanya.

Pria kelahiran 48 tahun silam ini menjelaskan, seleksi tingkat provinsi dilaksanakan di Hotel Tretes View, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 73 peserta dari 38 kabupaten/kota mengikuti tahap seleksi yang dilaksanakan selama lima hari ini.

Setiap peserta pun sempat diberikan materi tentang UU lalu lintas angkutan jalan nomor 22 tahun 2009 oleh pemateri dari Dishub Provinsi Jatim. Usai materi, peserta langsung diuji dengan tes tertulis. Ternyata ia berhasil menjadi juara II dan berhak mewakili Jatim ke tingkat nasional.

“Dari Jatim ada dua perwakilan yang diminta untuk maju ke tingkat nasional. Selain saya, satu perwakilan lainnya berasal dari Kota Surabaya,”ungkapnya.

Pria yang kesehariannya mengemudikan angkutan B3 ini menjelaskan tahapan seleksi ini diikuti oleh 64 pewakilan dari 34 provinsi di Indonesia selama seminggu di Jakarta. Materi dalam seleksi pun tidak berbeda dengan seleksi tingkat provinsi, namun para peserta diminta untuk melakukan presentasi.

“Ternyata presetansi saya tentang tertib berlalu lintas mendapatkan atensi dari dewan juri oleh Kemenhub. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi terbaik ketiga,” jelasnya.

Ayah dua anak ini mengaku ia tidak menyangka jika dirinya berhasil menjadi tiga terbaik tingkat nasional. Pasalnya, saingannya pun bukan hanya seorang pengemudi, namun ada pula peserta yang merupakan manajer angkutan darat.

Menurutnya, keberhasilannya ini tidak terlepas dari rasa percaya diri yang dimilikinya. Selama tahap seleksi, ia pun tidak menargetkan apapun, sehingga dirinya tampil tanpa beban. Salah satu kunci yang utama adalah peserta harus menguasai materi.

“Yang penting itu komunikasi verbal dengan audiens yakni dewan juri harus maksimal. Saya berharap kesuksesan ini bisa membuat Pemkot semakin memperhatikan kesejahteraan kami,” pungkasnya.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Lucky Danardono menjelaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan angkutan darat di Kota Pasuruan. Salah satunya dengan rutin melakukan pembinaan tentang tertib berlalu lintas dan pelayanan pada penumpang.

“Dengan pelayanan yang baik pada penumpang, maka secara tidak langsung akan berdampak pada angkutan. Jika masyarakat merasa aman, maka mereka bakal nyaman naik angkutan,” terang Lucky. (rf)