Usulkan Kembali Penerima BBG untuk Nelayan di Kabupaten Pasuruan

BANGIL – Kendati sudah hampir sebagian besar nelayan di berpindah dari bensin ke Bahan Bakar Gas (BBG), tahun depan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan masih mengajukan hibah BBG ke pusat. Diusulkan sebanyak 100 kuota untuk hibah BBG tahun depan.

Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa hibah BBG sudah diberikan sejak tahun 2017 lalu.

“BBG ini diberikan kepada perahu kecil yang awalnya menggunakan bensin dan dialihkan ke BBG,” ujarnya.

Untuk perahu yang menggunakan BBM ke BBG adalah jenis perahu yang kecil atau ukuran dibawah 2 GT. Sejak tahun 2017 lalu memang sudah ada hibah dari Kementerian EDSM yang memberikan mesin BBG ke 300 nelayan. Dan tahun ini meningkat menjadi 631 nelayan yang terdata dibagikan BBG.

Menurut Alamsyah, pengguna perahu dibawah 2GT ada sekitar 1.000 nelayan. Dengan bantuan selama kurun waktu 2 tahun ini, kata Alamsyah, masih ada sekitar 100 nelayan yang belum mendapatkan kuota BBG. Sehingga targetnya tahun depan semua nelayan perahu kecil bisa berpindah ke BBG semua.

“Jadi kami usulkan tahun depan ada hibah 100 BBG lagi. Sehingga semua perahu kecil berpindah ke BBG,” ujarnya.

Konversi dari bensin ke BBG ini dikatakan agar biaya operasional bisa lebih murah. Jika melaut dengan durasi 14 jam, nelayan bisa membutuhkan 5-6 liter premium/pertalite. “Namun dengan elpiji 3 kilogram bisa melaut lebih dari 14 jam. Jadi bisa lebih murah lebih dari separuh operasional sebelumnya,” pungkasnya. (eka/fun)