Dari 39 Ribu Hektare Lahan, Hanya 100 Hektare yang Tercover Asuransi Pertanian

PASURUAN – Melimpahnya lahan pertanian di Kabupaten Pasuruan masih belum seiring dengan para petaninya yang melek asuransi. Kesadaran petani akan pentingnya asuransi masih relatif sangat rendah.

Dari puluhan ribu lahan pertanian yang ada, prosentase lahan yang sudah tercover asuransi tak sampai 1 persen. Padahal hampir 28 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Pasuruan berprofesi sebagai petani.

Kepala Dinas Pertanian, Ikhwan menjelaskan, lahan pertanian di Kabupaten Pasuruan saat ini mencapai 39.000 hektare. “Ada 20 ribu hektare yang panen selama tiga kali dalam setahun. Sedangkan 8 ribu hektare diantaranya dua kali, padi dan jagung. Sisanya hanya sekali panen,” ujarnya saat ditemui wartawan, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kesadaran petani untuk mendaftarkan asuransi lahannya masih belum terdongkrak. Dari jumlah lahan total, menurut Ikhwan, saat ini hanya sekitar 100 hektare yang tercover asuransi. Ia menyebut, petani bisa mendaftarkan asuransi untuk setiap 2 hektare lahannya.

Pihaknya pun terus mendorong agar para petani menyadari pentingnya berasuransi. Ia menyebut, dengan mengikuti asuransi, para petani dapat memiliki jaminan apabila terjadi bencana yang diluar dugaan.

Misalnya saja lahan pertaniannya terserang hama ataupun dilanda bencana. “Petani hanya mengeluarkan Rp 36 ribu per tahunnya untuk iuran asuransi. Sedangkan klaim asuransi yang dibayarkan nominalnya Rp 5 juta,” terangnya.

Karena rendahnya kesadaran petani akan asuransi itu, kata Ikhwan, pihaknya tak hanya menggencarkan sosialisasi. “Setiap petani yang menerima hibah kami data. Melalui data itu, maka bagi petani penerima hibah, otomatis harus daftar asuransi,” jelasnya.

Dengan begitu, Ikhwan berharap akan semakin banyak petani yang mendaftarkan lahannya dalam asuransi. “Dengan sendirinya mereka akan teredukasi dengan sendirinya betapa pentingnya asuransi,” pungkasnya. (tom/fun)