Dari 7 Pasar di Kota Pasuruan, Hanya Pasar Poncol yang Sulit Capai Target

PANGGUNGREJO – Pemkot menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar daerah sebesar Rp 1.654.023.120. Sepanjang 2018, retribusi pasar daerah sudah menyumbang kas daerah sebesar Rp 1.647.953.063.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif mengungkapkan Pemkot menargetkan retribusi dari tujuh pasar daerah. Rinciannya, Pasar Besar ditarget Rp 766.055.880 dan terealisasi Rp 789.094.610 dan Pasar Kebonagung Rp 284.000.400 dan terealisasi Rp 292.159.650.

Selanjutnya, Pasar Poncol Rp 81.780.000 dan terealisasi Rp 60.532.523, Pasar Gadingrejo Rp 214.756.080 dan terealisasi Rp 200.479.500, Pasar Karangketug Rp 207.326.760 dan terealisasi Rp 204.954.680 serta Pasar Bukir dan Randusari Rp 100.104.000 dan terealisasi Rp 100.731.900.

“Sampai akhir November, perolehan retribusi dari pasar daerah sudah banyak yang tercapai. Yang masih jauh itu Pasar Poncol. Dari target Rp 81.780.000 baru tercapai Rp 60.532.523,” katanya.

Ayik-sapaan akrabnya menjelaskan retribusi Pasar Poncol masih jauh dari target dikarenakan banyak los milik pedagang yang tidak beroperasi. Di sisi lain, penarikan retribusi dari pedagang menggunakan sistem harian. Sehingga, jika mereka tidak berjualan, maka pemkot tidak dapat menarik retribusi.

Pihaknya tetap optimistis target tahun ini dapat tercapai sampai akhir tahun anggaran 2018. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pembenahan dengan menambah los dan bedak serta merehab fasilitas di pasar tradisional yang sudah mulai rusak.

“Kalau melihat realisasinya, bisa tercapai. Sebab, kami masih memiliki sisa waktu satu bulan. Toh, target sudah kami sesuaikan dengan potensi. Untuk Pasar Poncol memang sulit,” ungkap Ayik. (riz/fun)