Daftar Haji Sekarang, Baru Berangkat 26 Tahun Lagi

BANGIL – Menjelang pergantian tahun 2018 ini, jumlah calon jamaah haji (CJH) yang mendaftar ke Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan makin tinggi. Bahkan, per Desember ini antrean juga makin panjang dengan kuota keberangkatan hingga 26 tahun lagi.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mengatakan, antrean pemberangkatan haji makin lama.

“Karena ada ketakutan makin lama berangkat jika tidak segera mendaftar. Sehingga, masyarakat memilih segera mendaftar dan efeknya kuota antrean makin tinggi,” jelasnya.

Dikatakan pada pertengahan tahun ini, antrean keberangkatan haji masih terdata berangkat 23 tahun lagi. Sehingga, jika mendaftar Agustus 2018 lalu, baru berangkat tahun 2041 mendatang. Perhitungan ini adalah untuk kuota yang masih terhitung saat ini. Yaitu, 100 persen atau 35 ribu jamaah untuk kuota Jawa Timur.

Namun, pada Desember ini dikatakan antrean sudah makin mundur. Terdata jika calon mendaftar pada 20 Desember lalu sudah masuk kuota 26 tahun lagi atau berangkat tahun 2044. Makin mundurnya pemberangkatan lantaran tiap bulannya pendaftar juga makin tinggi.

Misalnya untuk November ada sebanyak 504 pendaftar dan sampai pertengahan Desember ada 371 pendaftar. Imron mengatakan, tingginya pendaftar haji tahun ini dimungkinkan karena indikasi kesejahteraan yang meningkat.

Sehingga, membuat banyak masyarakat yang bergegas memilih mendaftar untuk mendapatkan kursi kuota haji. “Termasuk dengan antrean yang panjang, jadi ada yang bergegas untuk segera mendaftar agar masa tunggunya tidak terlalu lama,” ungkapnya.

Padahal, dari Kemenag sendiri sudah ada batasan bagi pendaftar yang ingin berhaji. Selain usia minimal 12 tahun baru bisa daftar haji, untuk yang sudah berhaji, dibatasi 10 tahun baru bisa mendaftar lagi. Kendati begitu, antrean memang terus mengular, bahkan masa tunggu mencapai 26 tahun. (eka/rf)