Waspada Banjir di 8 Kelurahan, BPBD Siagakan Ratusan Personel

PASURUAN – Menurunnya kejadian bencana banjir selama setahun terakhir di Kota Pasuruan tidak lantas membuat upaya penanganan bencana kendor. Seluruh tim dan relawan bahkan diminta tetap waspada terhadap potensi bencana banjir. Terutama, saat memasuki musim hujan saat ini.

Sebanyak 400 personel mulai siaga selepas Apel Siaga Darurat Bencana di Lapangan Abdurahman Mapolres Pasuruan Kota, Kamis (27/12). Para personel itu terdiri dari berbagai unsur. Mulai instansi di Pemkot Pasuruan, Polres Pasuruan Kota, Kodim 0819/Pasuruan, hingga relawan.

Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo mengutarakan, bencana banjir di Kota Pasuruan kerap terjadi sejak penghujung tahun. Hal itu juga mengacu pada pengalaman penanganan bencana di tahun-tahun yang lalu.

“Di penghujung tahun Kota Pasuruan ini seringkali terjadi banjir. Bukan semata karena siklus ya, terjadi hujan kemudian banjir. Tapi dari pengalaman sebelumnya, disebabkan luapan air yang mengalir dari kawasan hulu,” ujar Teno.

Dia menambahkan, terjadinya bencana banjir di Kota Pasuruan selama dua tahun terakhir memang menurun signifikan. Selama 2017, terjadi 24 kali bencana banjir. Sedangkan sejak awal tahun 2018 hingga saat ini, hanya terjadi 6 kali bencana banjir.

Kendati demikian, Teno meminta seluruh tim tetap siaga dan waspada. Karena kebencanaan banjir bisa melanda sewaktu-waktu. Ia juga menegaskan, meski terjadi penurunan bencana banjir di Kota Pasuruan, akan tetapi kerentanan dan potensi banjir masih tinggi.

“Semakin hari semakin bertambah kerentanannya. Karena dari segi geografis Kota Pasuruan berada di dataran paling rendah,” ujarnya.

Penanganan bencana itu juga tak bisa menggantungkan satu pihak saja. “Perlu ditangani komprehensif dan multi sektor. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat luas,” jelasnya.

Oleh karena itu, tim juga diminta untuk mempererat koordinasi selama tiga bulan kedepan. Bila memungkinkan, tim juga harus menempuh upaya preventif dan pencegahan sebelum terjadi bencana. Kepedulian masyarakat akan keasrian lingkungan juga diharap bisa menurunkan terjadinya bencana banjir.

Selepas menggelar apel gelar pasukan, Teno juga mengecek seluruh logistik yang diperlukan untuk penanganan kebencanaan nanti. Seperti perahu karet, pelampung, hingga dapur darurat.

Sementara, Kepala BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah memaparkan beberapa titik rawan bencana banjir yang tak berbeda dengan tahun lalu. Dari hasil evaluasi selama setahun, pihaknya memetakan sebanyak 8 kelurahan yang berpotensi dilanda bencana banjir.

“Potensi banjir ada di 8 kelurahan. Kelurahan Karangketug, Bukir, Randusari, Kebonsari, Wirogunan dan Purutrejo. Di area timur yang rawan banjir di Kelurahan Blandongan dan Bakalan,” pungkasnya. (tom/fun)