Hindari Keributan, Penganiaya Pengemudi Betor Ditahan di Mapolres

NGULING – Polisi memastikan tetap memproses Saifi, 23, pengemudi becak motor (betor) yang membacok Darsono, 28. Tersangka asal Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu kini tengah menjalani proses penyidikan. Kepastian itu juga membantah desas desus yang beredar, jika pelaku tidak akan ditahan.

Hanya saja, tersangka memang tak ditahan disel Mapolsek Nguling. Tak berselang lama pasca polisi menangkap tersangka dan menginterogasinya, tersangka dititipkan di sel Mapolres Pasuruan Kota.

Penyidik membawa tersangka ke Mapolres, Jumat (28/12) sore. Hal itu ditegaskan Kanitreskrim Polsek Nguling Aipda Adjie Anggoro saat dihubungi wartawan media ini, Sabtu (29/12).

“Kami pastikan bahwa tersangka tetap diproses atas perbuatan pidana yang disangkakan kepadanya. Penahanan dititipkan di Mapolres,” terangnya. Penjelasan itu juga disampaikan untuk menepis kabar yang beredar bahwa ada upaya dari pihak luar yang ingin membebaskan tersangka dari jeratan hukum.

“Karena ada isu seperti itu. Jadi kami antisipasi adanya keributan dari pihak keluarga korban,” jelasnya.

Kendati demikian, penanganan perkara yang kini tengah memasuki tahap penyidikan itu, tetap dilakukan Unit Reskrim Polsek Nguling. “Penanganan tetap polsek. Penahanan tersangka di Polres, hanya demi keamanan dan menjaga kondusivitas di wilayah kami,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Saifi nekat membacok temannya sesama pengemudi betor, yakni Darsono. Pemicunya hanya perkara sepele. Saifi mengaku kaget ketika disalip oleh Darsono. Akibatnya, Saifi harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Aksi bacokan itu berlangsung, Jumat (28/12) sekitar pukul 09.00. Kala itu, Saifi tengah mengendarai betornya di jalan Desa Kedawang. Tepat di depan area pemakaman umum yang cukup jauh dari permukiman warga, ia tiba-tiba disalip oleh Darsono yang juga sedang narik betor.

Lantaran jarak terlalu dekat, betor keduanya berpepeten. Bahkan, nyaris serempetan. Saifi yang mengaku terkejut, langsung memaki Darsono. Mulanya, Darsono tak mengindahkan makian Saifi. Namun Saifi terus memaki dan menyuruh Darsono turun dari becak.

Seketika itu pula keduanya terlibat cekcok. Saifi dan Darsono juga sempat berkelahi di tepi jalan tersebut. Di sela perkelahian, Saifi mengambil celurit yang ada di betor-nya. Hingga kemudian Darsono yang kalah senjata, dibacok Saifi sebanyak tiga kali. (tom/rf)