Inilah KPDP, Komunitas Disabilitas Kota Pasuruan yang Jadi Tempat Mengasah Kreativitas dan Menyalurkan Bakat

Komunitas Penyandang Disabilitas Kota Pasuruan (KPDP) dibentuk pertengahan Desember lalu. Berbeda dengan komunitas disabilitas lainnya, KPDP menampung seluruh penyandang disabilitas di Kota Pasuruan secara keseluruhan.

FAHRIZAL FIRMANI, Purworejo

Seorang pria dengan wajah dilukis berada di sebuah ruangan berukuran 10×12 meter. Ia tampak memainkan gerakan, tanpa satupun suara keluar dari mulutnya. Awalnya, pria berbaju loreng putih hitam ini tampak menangkap sesuatu di tangannya.

Namun, tiba-tiba ia menampakkan raut muka sedih melihat tangkapan di tangannya. Tangkapan itu pun dilepas. Sejurus kemudian, ia kembali berhasil menangkap dengan menggunakan kedua tangannya. Degan raut berbinar, ia pun memperlihatkan gerakan menyantap makanan.

Sontak, penonton yang menyaksikan adegan tersebut pun langsung tertawa. Adegan itu merupakan aksi pantomim sebagai pertunjukan dalam peresmian terbentuknya komunitas KPDP di Gedung Gradika Kota Pasuruan beberapa waktu lalu.

Ketua KPDP Mauluddin mengungkapkan, anggota KPDP merupakan bagian dari beberapa komunitas disabilitas yang sudah terbentuk di Kota Pasuruan. Namun, sifatnya tidak menyeluruh. Sebab, komunitas ini hanya mewadahi salah satu penyandang disabilitas.

“Karena itulah, kami memiliki mimpi agar dibentuk komunitas yang dapat mewadahi seluruhnya dan tidak terkotak-kotak. Ide ini sendiri dimulai dua tahun lalu pada 2016 silam. Dan Alhamdulillah, akhirnya terwujud,” jelasnya.

Ide ini pun terwujud pada 15 Desember lalu. Pemilihan tanggal ini tidak terlepas adanya momen Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Komunitas KPDP ini sendiri diharapkan dapat menjadi wadah untuk menggali kreativitas sesama disabilitas.

Pria yang merupakan tunadaksa ini lantas mencontohkan, banyak penyandang disabilitas yang memiliki keahlian dalam melukis. Namun, mereka tidak tahu cara menampilkannya ke publik. Karena itulah, bakat ini bisa ditampilkan dengan membuat pentas seni, misalnya.

“Nanti kami bakal membuat kegiatan rutin setiap bulannya. Mulai dari kegiatan sosial seperti berbagi di bulan Ramadan sampai menyelenggarakan pameran yang menampilkan karya dari para anggota,” ungkap ayah dua putri ini.

Anggota komunitas KPDP, Imam Chanafi menyebut, pendirian KPDP ini sangat membantu penyandang disabilitas seperti dirinya. Sebab, selama ini mereka tidak tertampung dan tidak mengetahui bakat mereka bisa disalurkan kemana.

Menurutnya, banyak bakat yang dimiliki anggota. Seperti menyanyi, membuat kerajinan, melukis, dan lainnya. Bakat inilah yang selama ini tidak diketahui oleh masyarakat. KPDP ini dibentuk untuk membantu mewujudkannya.

“Saya berharap ke depannya, KPDP bisa diketahui oleh masyarakat Kota Pasuruan. Kami memang memiliki keterbatasan, namun itu tidak menghalangi kami untuk terus berprestasi,” jelas pria yang merupakan tunanetra ini.

Pembina KPDP Kota Pasuruan Aditya Rahman mengaku, KPDP memiliki visi dan misi dapat berbaur dengan masyarakat secara umum. Sehingga, tidak ada sekat antara disabilitas maupun nondisabilitas. Misalnya, membuat pentas seni secara bersama-sama.

“Selama ini, kami melihat masih ada sekat. Misalnya, fasilitas umum di Kota Pasuruan masih jarang yang ramah pada penyandang disabilitas. Sehingga, tidak jarang, mereka kesulitan saat hendak bepergian. Inilah yang harus diubah secara perlahan-lahan,” jelasnya. (rf/fun)