Ketua Gerindra Bondowoso Disangka Menipu Ratusan Juta Warga Dringu

PAJARAKAN – Ketua DPC Gerindra Bondowoso Supriyanto, menjadi tersangka kasus penipuan. Dia diduga menggelapkan uang Rp 700 juta. Korbannya yaitu Ainul Yaqin, warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Rabu (2/1), tersangka pun dipanggil petugas Satreskrim Polres Probolinggo untuk pemeriksaan kasus ini. Tersangka datang dengan didampingi kuasa hukumnya selama pemeriksaan.

Panggilan pada tersangka adalah yang kedua. Tepatnya setelah dia dijadikan tersangka oleh petugas pada 08 Oktober 2018.

Korban sendiri saat dikonfirmasi mengaku, kasus itu terjadi pada 2013. Awalnya, dirinya dikenalkan tersangka pada seorang temannya di sebuah hotel di Jakarta.

“Jadi, saya dikenalkan dengan orang yang bernama Sugeng. Menurut Supri (tersangka, Red.) temannya itu adalah staf Menteri Keuangan. Dia katanya pencetak uang. Bahkan, pernah mengirim uang satu kontainer pada presiden waktu itu,” terangnya.

Korban pun langsung percaya begitu saja dengan cerita tersebut. Singkatnya, korban lantas dijanjikan uang Rp 60 miliar.

Namun, korban dimintai uang lebih dulu oleh tersangka. Menurut tersangka, uang itu akan dikirim ke Sugeng yang berdinas di Peruri. Menurut tersangka, uang itu akan dipakai untuk proses pengeluaran uang serta untuk proses perbankan di Mandiri.

“Karena membawa-bawa nama presiden waktu itu, saya percaya. Dari situ Supri terus menekan saya. Selain itu, juga beralasan mumpung ada kesempatan. Karena itulah saya mengirim uang secara bertahap melalui BRI dan BCA. Saya mengirimnya dari Kraksaan,” jelasnya.

Tersangka lantas menjanjikan, uang korban akan cair setelah satu bulan. Namun, sebulan lebih, uang yang dijanjikan tak kunjung cair. Korban pun menagih janji pencairan uang pada tersangka.

“Saat saya tagih, katanya uangnya siap dicairkan. Katanya Peruri sudah mengirim uang ke bank Mandiri cabang Surabaya di Jalan Veteran sebanyak 10 boks. Jumlahnya Rp 650 miliar. Di situ saya kembali percaya dan menunggu pencairan,” tandasnya.

Namun, uang yang dijanjikan tersangka tak kunjung cair. Bahkan setahun lebih, yaitu sampai akhir 2014. Korban pun kembali menagih uangnya pada tersangka. Namun, tersangka terus berjanji saja.

Korban pun hilang kesabaran dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. “Harapan saya tentu uang saya dikembalikan. Dan, perkara ini akan beres. Tetapi jika tidak tentunya akan saya teruskan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo membenarkan kasus dugaan penipuan itu. Menurutnya, kasus yang menjerat anggota DPRD Bondowoso sekaligus Ketua DPC Gerindra Bondowoso itu masih dalam penanganan. Ia juga membenarkan bahwa pelaku saat ini statusnya menjadi tersangka.

“Iya benar sudah tersangka. Saat ini kasus penipuan ini terus kami dalami. Terduga pelaku sendiri kami terus mintai keterangan,” jelasnya.

Sementara itu, Supriyono, kuasa hukum tersangka mengatakan, pihaknya akan secepatnya menyelesaikan perkara tersebut. Dia juga memastikan, kliennya akan membayar tanggungan pada korban. Namun, pembayaran tanggungan itu saat ini masih menunggu penjualan aset tersangka.

“Kami akan secepatnya menyelesaikan perkara ini. Kien kami akan menjual salah satu asetnya untuk membayar tanggungannya. Juga akan dilakukan konfrontir antara pihak-pihak yang terlibat terlebih dulu,” terangnya.

Tersangka sendiri tidak ditahan, walaun ditetapkan sebagai tersangka. Supriyono sebagai kuasa hukum, menjadi penjamin. Dia menegaskan bisa menghadirkan tersangka sewaktu-waktu jika dilakukan penyelidikan lanjutan. (sid/hn)