Sidang Replik Gugatan Warga ke BPJS-RSUD dr Moh Saleh Hanya 2 Menit

BELUM SIAP: Sidang gugatan terhadap BPJS Cabang Probolinggo dan RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo dengan materi pembacaan replik oleh penggugat, hanya berlangsung 2 menit, kemarin. Sebab, kuasa hukum penggugat belum siap dengan materi replik. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN-Sidang gugatan warga bernama Hanifah terhadap BPJS dan RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo sampai pada agenda pembacaan replik oleh penggugat, Kamis (3/1). Sidang lanjutan itu berlangsung singkat. Hanya berlangsung dua menit.

Sebab, penggugat belum siap dengan materi replik. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo Kelas II itu dimulai pukul 12.11.

Hadi Sunoto didampingi hakim anggota Lucy Ariesty dan Anton Saiful Rizal memimpin sidang dengan nomor perkara 43/Pdt.G/2018/PN Pbl tersebut.

Dalam persidangan, baik penggugat maupun tergugat sama-sama didampingi oleh masing–masing kuasa hukum. Penggugat diwakili oleh Farid Budi Hermawan. Sedangkan kuasa hukum tergugat dari kantor Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo dihadiri oleh Kasie Datun, Elan Jelani.

Begitu sidang dibuka oleh Hakim Ketua Hadi Sunoto, kuasa hukum penggugat Farid Budi Hermawan menyatakan belum siap dengan materi replik yang akan dibacakan dalam persidangan.

Alasannya, kantor advokat tempatnya bernaung masih tahap pindahan. Baru aktif pada 7 Januari 2019. Karena belum siapnya materi replik, kuasa hukum penggugat meminta sidang ditunda pada Selasa (8/1).

“Sebenarnya untuk replik sudah kami siapkan. Pada intinya kami menolak apa yang disampaikan oleh kedua belah pihak, yakni tergugat 1 dan 2,” terangnya.

Sementara itu, Hakim Ketua Hadi Sunoto meminta agar para pihak tidak memperlambat proses sidang. Ketentuannya, menurut dia, sidang satu perkara setidaknya harus selesai dalam kurun waktu lima bulan.

“Saya harap di sidang berikutnya tidak lagi menunda nunda waktu. Sebab, dalam satu perkara paling tidak harus selesai dalam waktu lima bulan,” terangnya.

Dalam kasus ini, RSUD dr Muhamad Saleh dan BPJS Probolinggo digugat Hanifah, istri Sudarman, 58, yang meninggal akibat ditolak saat hendak berobat di Polijantung  RSUD. Warga Jl. Raya Lumbang, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tersebut, juga menggugat keduanya sebesar Rp 1 triliun dan Rp 26 juta dengan tuduhan melakukan perbuatan melanggar hukum pada Selasa (30/10/2018). (rpd/hn)