Petunjuk dari Pusat Belum Turun, Rehab Pasar Mebeler Bukir Tak Jelas Pelaksanaannya

DIANGKUT: Dua pekerja mengangkut hasil kursi menggunakan kendaraan roda tiga di area Pasar Mebel Bukir, Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. Sejauh ini belum jelas kapan pasar ini akan diperbaiki. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Puluhan pedagang yang menjadi korban terbakarnya Pasar Mebel Bukir, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, harus lebih bersabar untuk melihat pasarnya diperbaiki. Sebab, kini Pemkot Pasuruan belum dapat memastikan kapan pasar ini akan diperbaiki.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk rehabilitasi Pasar Mebel Bukir ke Pemerintah Pusat. Pada Oktober 2018, pihaknya mendapatkan kabar jika Pemkot Pasuruan diberi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 2,1 miliar.

Sesuai petunjuk dari Pemerintah Pusat, anggaran ini diperuntukkan bagi dua pasar. Namun, saat dilakukan pengecekan dua nama pasar yang muncul di DAK itu tidak ada nama Pasar Mebel Bukir. Melainkan Pasar Karangketug dan Pasar Kebonagung.

Sejauh ini, Pemkot Pasuruan belum menerima petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat untuk DAK itu. Pihaknya juga masih berupaya agar Pasar Mebel Bukir bisa dialokasikan dalam DAK. Sebab, rehab menggunakan dana APBD 2019 tidak memungkinkan karena APBD sudah disahkan.

“Yang menentukan itu Pemerintah Pusat. Cuma kami masih terus menjalin koordinasi dengan mereka agar anggaran DAK ini bisa digunakan untuk rehab Pasar Mebel Bukir. Toh, juknis-nya juga masih belum turun,” ujar pria yang akrab disapa Ayik itu.

Ketua Paguyuban Pasar Mebel Bukir Kota Pasuruan Lilik Suciati mengatakan, pada awal Desember lalu, pihaknya sempat diundang Pemkot Pasuruan terkait Pasar Mebel Bukir. Hasilnya, Pemkot berjanji agar memperbaikinya tahun ini.

“Kami berharap bisa direalisasikan tahun ini. Kalau bisa sebelum hari raya (Idul Fitri) agar pedagang bisa berhari raya dengan nyaman. Cuma dari masterplan yang ditunjukkan oleh Pemkot, mereka berjanji bakal memenuhi permintaan adanya tempat finishing,” ujar Lilik.

Diketahui, Pasar Mebel Bukir Kota Pasuruan terbakar Selasa, 12 September 2017 sekitar pukul 23.00. Api dengan cepat membesar karena embusan angin kencang dan melalap bangunan. Api membuat puluhan kios dan ratusan mebel ludes. (riz/fun)