Perbaikan Jalan Rusak Terdampak Proyek Tol Paspro Baru 10 Persen

DIKEBUT: Pengerjaan tol Paspro yang sampai kini masih dipercepat pengerjaannya. Adanya pembangunan tol ini juga membuat sejumlah infrastruktur jalan di Kabupaten Probolinggo mengalami kerusakan. (Foto dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN- Pembangunan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) memiliki dampak tersendiri bagi infrastruktur di Kabupaten Probolinggo. Sedikitnya, ada 96 infrastruktur yang terdampak pembangunan tol. Dari 96 infrastruktur itu, salah satunya yaitu jalan yang menjadi rusak. Saat ini proses perbaikan jalan terdampak tol tersebut capai 10 persen.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tutug Edy Utomo. Menurutnya, saat ini proses perbaikan jalan terdampak tol sedang dilakukan pembangunan. “Untuk yang terdampak tol jalan rusak di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 28 jalan. Dan, saat ini masih dalam proses perbaikan. Untuk yang telah selesai diperbaiki masih sekitar 10 persen,” ujar pria yang akrab disapa Tutug itu.

Lebih lanjut, menurutnya, lambannya proses perbaikan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu dikarenakan ada beberapa faktor. Salah satunya yaitu karena alat yang dibuat untuk melakukan perbaikan berada di luar Probolinggo.

“Alatnya ada di Pasuruan. Tahun 2018 pihak tol masih memperbaiki di daerah itu. Jadi, di Probolinggo belum selesai,” ungkapnya.

Rencananya, perbaikan itu sendiri akan dimaksimalkan pada tahun ini. Targetnya, sebelum peresmian tol Paspro seksi I, II, dan III, perbaikan tersebut akan diselesaikan. Sehingga, pihak pelaksana tol Paspro tidak memiliki tanggungan untuk melakukan perbaikan setelah tol diresmikan.

“Ini yang memperbaiki adalah pihak tol. Mereka bertanggung jawab atas dampak pembangunan proyeknya,” terangnya.

Tutug menambahkan, dari 96 infrastruktur di Kabupaten Probolinggo yang terdampak tol itu, juga terus dilakukan perbaikan. Ada empak kategori yaitu Binamarga atau jalan itu sekitar 28 jalan dan progres perbaikan sekitar 10 persen, Sumber Daya Air (SDA) 43 dan progresnya sekitar 50 sampai 80 persen, Pertanian ada 20 unit dan progresnya sekitar 50 sampai 80 persen, dan terakhir yakni permukiman 5 unit progresnya mencapai 100 persen.

“Pemetaan ini berdasarkan tim yang telah dibentuk melalui keputusan bupati. Yaitu, tim percepatan pembangunan/rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat pembangunan jalan tol. Berkat adanya tim ini, jadi pemerintah kabupaten bisa memetakan daerahnya yang terdampak,” terangnya. (sid/fun)