Curi Love Bird Dijual di FB, Pemuda asal Gempol dan Pandaan Dibekuk

PANDAAN – Maksud hati ingin bersenang-senang setelah mendapatkan duit dari barang curian, dua remaja asal Kabupaten Pasuruan, malah harus berurusan dengan polisi. Minggu (6/1), mereka dibekuk polisi setelah mencuri dan menjual barang hasil curiannya melalui media sosial (medsos) Facebook (FB).

Dua remaja itu adalah Deni Agus Prayitno, 22, warga Dusun Kemuning, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dan Didik, 20, asal Dusun Pandansilih, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Kini, mereka ditahan di Mapolsek Gempol. Oleh penyidik, mereka disangka melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

Minggu dinihari, sekitar pukul 01.30, mereka mencuri dua ekor burung love bird beserta sangkarnya dan dua buah helm. Barang-barang itu merupakan milik korban M. Ridho Efendi, 23, warga Dusun Bumbungan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol. Kebetulan, korban menaruh sejumlah barang yang dicuri itu di teras rumahnya.

Tersangka Didik yang mengetahui kondisi itu, mengajak rekannya Deni untuk mencurinya. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy, mereka mendatagi rumah korban.

Setelah memarkir motornya, mereka kompak masuk area rumah korban. “Helm dan burung dicuri pelaku di teras rumah korban,” ujar Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Khoirul Anam.

Pagi sekitar pukul 06.00, korban menyadari burung dan helmnya raib dimaling. Karenanya, dia langsung membuat laporan ke Polsek Gempol. Mendapati laporan itu, polisi menyelidikinya. Begitu juga dengan korban. Dia juga berusaha mencari barangnya, termasuk melalui medsos.

Sekitar pukul 09.00, korban mendapati barangnya berada di salah satu beranda medsos tersangka. Mendapati itu, korban menyampaikannya ke anggota Polsek Gempol. “Setelah berhasil melakukan aksinya, barang buktinya difoto dan ditawarkan via medsos. Saat itu juga langsung kami selidiki,” ujar Khoirul.

Lewat chatting di medsos, polisi memancing tersangka untuk keluar. Polisi sengaja menawar barang yang dijual tersangka dan mengajaknya bertemu. Mereka pun sepakat bertemu di Terminal Pandaan. Rupanya, kedua tersangka tak sadar yang mengajaknya bertemu adalah polisi.

Bahkan, ketika bertemu kedua tersangka juga membawa barang-barang yang dicurinya. Berupa burung love bird lengkap dengan sangkarnya serta dua helm. Karenanya, polisi berhasil mengamankan para tersangka sekaligus barang buktinya. “Kami mengamankan kedua tersangka sore hari di Terminal Pandaan,” ujar Khoirul.

Saat proses penyidikan di Mapolsek Gempol, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Mereka mengaku baru kali ini mencuri. Dalam beraksi, keduanya kompak menjadi eksekutor.

Selain dua ekor burung dan dua helm, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan sebuah handphone. Barang-barang ini milik tersangka yang dijadikan sarana untuk mencuri.

“Pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan di Mapolsek. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ujarnya. (zal/rud)