Agar Aman, Polisi Imbau Perusahaan Tempatkan Lebih Dari Satu Petugas untuk Penyeberangan

PANDAAN – Seringnya kecelakaan yang terjadi di lokasi pabrik, membuat kepolisian mengeluarkan imbauan. Polisi berharap agar perusahan yang memiliki lalu lintas keluar-masuk kendaraan padat, agar menempatkan petugas penyeberangan yang jumlahnya lebih dari satu orang.

KORBAN: Pasutri asal Krembung yang tewas usai terlindas truk di Karangjati. Pasutri tersebut terlindas oleh truk yang hendak menyeberang ke pabrik. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Imbauan itu dikeluarkan Satlantas Polres Pasuruan, agar kecelakaan seperti di Jalan raya Karangjati di Pandaan yang menewaskan pasutri asal Krembung, tak terulang kembali. Kepolisian pun sudah sering sosialisasi ke sejumlah perusahaan yang ada di kabupaten ini. Khususnya berada di akses langsung tepi jalan nasional.

“Ini bukan pekerjaan mudah, kami sudah gencar memberi masukan dan himbauan sekaligus sosialisasi. Lebih tingkatkan lagi di tahun sekarang,” ucap Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Ipda Nugroho.

Bukan hanya akses masuk dan keluarnya kendaraan barang dari dan ke dalam pabrik. Petugas itu juga berperan untuk mengatur masuk dan keluarnya karyawan. Nah, idealnya petugas penyeberangan lebih dari satu.

“Dua orang petugas atau lebih malah tambah bagus. Menggunakan atribut pendukung penyebrangan, dan tetap memprioritaskan kendaraan melintas dari lajur utama dulu,” bebernya.

Jika ada tambahan lebih dari dua orang, idealnya empat orang petugas penyebrangan terpenuhi sekaligus standby. Maka laka lantas yang terjadisaat ada kendaraan menyebrang masuk dan keluar pabrik, dapat dimiminalisir.

“Dua orang petugas penyeberang dari satpam di tempatkan di titik radius 25-50 meter sebelum penggal jalan, akses masuk dan keluarnya kendaraan ke pabrik serta sebaliknya. Dua lainnya di posisi utama, depan gerbang akses masuk dan keluarnya kendaraan,” jelasnya. (zal/fun)