Ironis, Kakek Penjual Bakso Cabuli Bocah di Musala

KRATON – Di usianya yang sudah sepuh, Bsr, 60, warga Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, bukannya memperbanyak beribadah. Yang ada, ia kini harus berurusan dengan polisi karena penjual bakso ini dilaporkan telah mencabuli tetangganya sebut saja Mawar (nama samaran), 8 yang tetangganya sendiri.

Pencabulan itu dilakukannya di sebuah kamar mandi di musala desanya. Aksi pencabulan ini dilakukan Bsr pada Minggu (6/1) sekitar pukul 13.30.

Siang itu, korban sedang bermain bersama temannya di halaman tidak jauh dari rumahnya. Mendapati itu, Bsr menghampiri.

Ia mengajak korban ikut dengannya dengan iming-iming uang Rp 5.000. Korban yang bersedia diajak ke sebuah kamar mandi musala yang berlokasi tidak jauh dari rumah korban.

Di kamar mandi itu, Bsr meminta korban berbaring. Saat itulah Bsr melancarkan aksi bejatnya. Selepas melampiaskan nafsu bejatnya, Bsr kembali berjualan bakso keliling.

Sedangkan, korban pulang ke rumahnya dan sempat mengalami panas dingin. Mendapati itu, ibu korban curiga dan menanyakan hingga akhirnya korban menceritakan perbuatan pelaku.

Tak terima, ibu korban mempolisikan Bsr ke Polsek Kraton. Di hadapan penyidik, korban menceritakan adegan pencabulan yang dilakukan Bsr. Siang itu juga Bsr diamankan polisi.

“Pelaku berhasil kami amankan saat berjualan bakso keliling. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku memang sudah lama mengincar korban. Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, kasus ini kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujar Kapolsek Kraton AKP Masroni.

Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Slamet Santoso membenarkan adanya pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Kraton. Kepada penyidik, pelaku mengaku tidak memiliki hasrat pada istrinya. Karenanya, ia menyetubuhi korban.

“Pelaku sudah kami tahan mulai Senin (7/1). Dia mengaku hanya memegang-megang alat vital korban. Namun, kami masih menunggu hasil visum dari RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan dulu,” ujarnya. (riz/rud/mie)