Manajemen Persekabpas: Harus Ada Sanksi Berat ke Klub yang Terlibat Pengaturan Skor

BANGIL – Oknum wasit Amirul “Nurul” Safarid masih didalami Satgas Antimafia Bola Mabes Polri. Di sisi lain, manajemen Persekabpas bersiap, jika sewaktu-waktu ikut dimintai keterangan. Manajemen Laskar Sakera pun siap buka-bukaan terhadap penyidik. Pun begitu terhadap Komdis dan PSSI. Persekabpas siap membeber segala kecurangan.

Soal penyidikan, manajemen menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Namun di sisi lain, Persekabpas berharap agar bukan hanya hukum semata yang dikenai oleh orang-orang di match fixing. “Tapi harus ada sanksi keras terhadap oknum maupun tim sepakbola yang terlibat,” beber Suryono Pane, manajer Persekabpas.

Suryono yang juga seorang lawyer tersebut mengatakan, dalam ungkap kasus wasit Amirul Safarid, Persibara Banjarnergara mengaku sebagai korban. Namun menurut Suryono, tim asal Banjernegara juga ikut menjadi pelaku suap. Nah, disini, tentu PSSI harus jeli melihat.

“Persibara bisa menjadi korban, tetapi bisa juga menjadi pelaku. Terungkapnya kasus ini kan setelah ada tim yang kalah lalu kecewa karena sudah membayar. Coba kalau tidak kalah, maka tidak akan ada yang terungkap,” beber Suryono.

Karena itu dia mendukung, tim, perangkat pertandingan maupun pengurus yang terlibat, harus diberi sanksi berat. “Memang sudah ada pengurus yang disanksi. Tetapi untuk klub, tentu harus ada. Apalagi ini Liga 3, yang menjadi contoh di level amatir,” beber pria aal Gununggangsir tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen Persekabpas mengacungkan jempol terhadap kinerja Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri. Laporan Persekabpas atas indikasi terjadinya kecurangan yang dilakukan perangkat pertandingan, benar-benar ditindaklanjuti dengan ditangkapnya Amirul Safarid, wasit asal Garut, Jabar.

Amirul Safarid adalah wasit yang memimpin laga leg kedua antara Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas. Dalam laga itu, Persibara menang 3-0, sehingga membuat Persekabpas kalah agregat dan tak lolos. Belakangan, ternyata laga leg kedua ada kecurangan lantaran oknum wasit memimpin dengan tak adil. (fun)