Bapak Polisikan Anak Perempuan Berzina dengan Selingkuhannya

GRATI – Kesal dengan ulah anaknya yang sering membuatnya malu, seorang ayah berinisial Am, 49, melaporkan anaknya ke Polres Pasuruan Kota. Warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, itu mempolisikan anak perempuannya berinisial YA, 26, dengan tudingan berzina.

Am mengungkapkan, sejatinya YA telah memiliki suami berinisial EP, 28. Mereka menikah sejak 2015 silam. Pihaknya melaporkan YA karena telah berzina dengan kekasih gelapnya yang berinsial Ms. Pria berusia 28 tahun itu merupakan warga Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Am, hubungan terlarang mereka diketahui bermula sejak 2016. Saat itu, YA pergi bersama Ms tanpa seizin EP dan dirinya. Sejak saat itulah, hubungan antara YA dan EP merenggang. Bahkan, mereka sampai pisah ranjang. EP yang warga satu desa dengan dengan YA, memilih pulang ke rumah orang tuanya.

Tak lama kemudian, YA pulang. Namun, baru sebulan di rumah kembali pergi bersama Ms. Kelakuan YA terus berlanjut. Pada 2018, YA kembali diketahui pergi bersama Ms.

Am yang mengetahui anaknya berada di rumah saudara Ms di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, menjemputnya. Namun, YA pulang. Perempuan yang belum dikarunia anak itu baru pulang setelah diantarkan keluarga dari saudara Ms.

Pada 5 Januari 2019, YA kembali berulah. Ia memasukkan Ms ke kamarnya. Peristiwa ini diketahui Am hingga dilaporkan ke RT/RW-nya. Saat itu juga YA dan Ms digelandang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan Kota.

Am juga membuat laporan polisi. Karenanya, selama lima hari YA dan Ms mengamankan diri di Polres Pasuruan Kota. Sebab, mereka khawatir dengan amukan dari Am dan keluarga besarnya.

“Saya malu. Ini aib bagi keluarga kami. Anak kandung saya berani melawan saya. Dia masih istri sah EP. Cuma karena tidak bisa diatur, terpaksa saya laporkan ke Polresta. Saya ingin keduanya ditahan dan diproses hukum,” ujarnya.

Jumat (11/1), YA terlihat berada di Mapolres Pasuruan Kota. Namun, ketika dimintai keterangan Jawa Pos Radar Bromo, ia enggan menjawab. Ia memilih bungkam tanpa menjawab satu patah katapun.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ipda Suwondo mengaku, pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait laporan perzinahan ini. Pihaknya masih terus mencari bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Sejauh ini, ada empat saksi yang sudah diperiksa. Yakni, Am, EP, YA, dan Ms.

Suwondo dari keterangan para saksi, diketahui YA mengenal Ms pada 2016. Saat itu, Ms menjadi mandor sebuah bangunan di Kecamatan Grati. Mereka berkenalan dan akhirnya saling jatuh cinta. Sedangkan, hubungan YA dengan EP tidak harmonis dan dalam proses perceraian.

“YA sudah dipulangkan. Dia hanya diwajibkan lapor dua kali seminggu. Ms juga tidak bisa kami tahan. Cuma, ia mengamankan diri di Polresta. Mereka bisa dikenakan pasal 284 KUHP tentang Perzinahan. Ancaman hukumannya 8 bulan penjara,” jelas Suwondo. (riz/rud)