Jalan Semambung yang Sempit Kini Jadi Akses Kendaraan Berat di Exit Tol

PADAT: Bus yang hendak menuju jalur pantura di Jalan raya Grati usai melintas di Jalan Semambung. Semenjak tol Gempas fungsional, simpang tiga ini padat akan kendaraan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GRATI – Tol Gempol-Pasuruan (Gempas) sudah difungsikan sejak beberapa waktu lalu. Setelah difungsikan, kini persoalan baru muncul. Pasalnya, kendaraan roda empat atau lebih yang hendak dan menuju Probolinggo, harus melewati jalan Semambung. Pasalnya, akses menuju Probolinggo belum terhubung.

TAK STANDAR: Jalan Semambung yang dilintasi bus dan kendaraan lain Minggu (13/1) siang. Jalan ini menjadi jalur keluar dari exit tol Gempas. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Padahal, kelas jalan Semambung, sejatinya hanya kelas II. Sementara jalan ini banyak dilintasi kendaraan berat yang tonasenya tidak sebanding dengan kelas jalan. Alhasil, kendaraan harus berhati-hati ketika berpapasan di Jalan Semambung, yang sejatinya merupakan jalan kabupaten.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, intensitas di ruas Jalan Semambung menjadi cukup tinggi. Hal ini membuat Satlantas pun harus melakukan flash light di simpang tiga Jalan Raya Grati. Sebab, semenjak difungsikan, intensitas kendaraan yang keluar dan masuk di simpang tiga Jalan Raya Grati di Semambung, juga menjadi meningkat.

Humas PT Transmarga Jatim Rudi Purwanto saat dikonfirmasi menyebut, Transmarga, pelaksana tol, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab terkait penggunaan ruas jalan Semambung. Namun, sejauh ini belum ada solusi soal kelas jalan yang tidak standar.

“Kalau teknisnya yang tahu itu teman-teman teknik. Yang jelas, kami sudah koordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat terkait hal tersebut,” kata Rudi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Sentot Wijayanto mengaku, pihaknya sempat diajak koordinasi dengan pelaksana tol beberapa waktu lalu. Koordinasi ini terkait exit tol di Muneng dan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sementara untuk exit tol di Semambung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Balai Besar tidak dilibatkan. Kondisi ini disebabkan jalan setempat merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sehingga, pihak yang terlibat adalah dinas pekerjaan umum (PU) setempat.

Namun, menurutnya, ruas jalan setempat memang tidak layak untuk dilewati kendaraan besar seperti truk ataupun bus. Selain dikarenakan kelas jalan merupakan kelas II, volume kendaraan yang cukup tinggi ini sangat membahayakan bagi warga setempat.

“Lebar jalan memang masih memungkinkan bagi kendaraan besar. Namun dengan intensitas yang cukup tinggi ya, pemkab harus melakukan peningkatan struktur,” jelasnya.

Media ini berusaha menghubungi Hari Aprianto, kepala Dinas PU Kabupaten Pasuruan. Namun telepon dan pesan yang dikirim Jawa Pos Radar Bromo, belum mendapat respons. (riz/fun)