Curi Spandek di Nguling, Enam Lelaki Asal Mataram Dibekuk Polisi

NGULING – Berakhir sudah pelarian keenam pelaku pencurian spandek dari sebuah truk yang parkir di Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Desember lalu. Mereka berhasil dibekuk petugas kepolisian saat sedang ngopi di pinggir jalan raya Sedarum, Sabtu (12/1).

DIAMANKAN: Enam pelaku pencuri spandek yang kini sudah meringkuk di sel Mapolsek Nguling. (Polsek Nguling for Jawa Pos Radar Bromo)

Keenam pelaku ini adalah Emi Suhandi, 26; Jamaluddin, 35; dan Sarifufin, 25. Ketiga sama-sama warga Lombok Barat. Lalu, Muliadi, 36; Ahmad Samsuddin, 38; dan Samsul Hadi, 34. Mereka sama-sama warga Kota Mataram. Mereka semua dibekuk sekitar pukul 11.00

Penangkapan ini bermula dari pencurian pada 14 Desember lalu. Sekitar pukul 20.00, truk yang dikemudikan oleh Rizqi tergelincir di lahan parkir di sebuah warung di jalan raya Sedarum. Keesokan harinya, keenam rekan Rizqi memindahkan barang muatan truk ke sebuah truk yang dikemudikan Samsul Hadi.

Saat itulah, niat jahat muncul di pikiran para pelaku. Mereka merencanakan untuk mencuri barang muatan di truk. Barang muatan truk itu akhirnya dipindahkan ke truk milik Emi Suhadi.

Mereka berhasil membawa lari 22 buah spandek, yaitu bahan untuk membuat atap rumah. Spandek lantas dijual ke Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan senilai Rp 2.200.000. Uang ini lantas dibagi untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.

Kanitreskrim Polsek Nguling, Aiptu Adjie Anggoro menjelaskan, Samsul Hadi dan Muliadi juga mencuri satu buah frypan dari truk tersebut. Sementara, Emi Suhadi dan Ahmad Samsuddin mencuri satu buah kipas angin dari truk itu.

“Pemilik truk ini adalah Amdy Sucipto, 68, warga Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Mereka kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” terangnya. (riz/fun)