Suka Duka Tim Fire Fighter Satrio Geni Kabupaten Probolinggo

Kabupaten Probolinggo, memiliki Tim Fire Fighter Satrio Geni. Mereka siaga 24 jam dan selalu hadir memadamkan api saat terjadi kebakaran. Untuk keselamatan saat bertugas, mereka rutin menggelar latihan penanganan kebakaran dan mengecek peralatan pemadam.

ARIF MASHUDI, Dringu

Ada 30 petugas dalam tim Fire Fighter Satrio Geni Kabupaten Probolinggo, yang mengikuti peningkatan kapasitas di halaman kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Dringu, Selasa (15/1). Mereka tengah menggelar latihan tahapan-tahapan dan aturan pemadaman kebakaran.

Dua unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Pemkab Probolinggo, digunakan dalam latihan. Puluhan petugas itu dibentuk 6 tim kecil. Dimana, keenam tim itu dibagi wilayah timur dan barat. Bagi tim wilayah timur, standby di kantor Dinas Satpol PP. Sementara tim barat di kantor MPP.

Arif Hidayat, salah satu anggota tim Fire Fighter Satrio Geni mengatakan, ia yang kebagian wilayah timur, bersiap 24 jam dengan sistem piket. Yakni, selama 12 jam. Bagi masyarakat yang tidak mengetahui, kerja petugas pemadam kebakaran saat ada kebakaran saja. Padahal, meski tak ada kebakaran, timnya selalu siaga.

“Hari kerja kami itu beda dengan pegawai lain. Meski tanggal merah atau Minggu, kami tetap siaga,” kata pria asal Pajarakan itu pada Jawa Pos Radar Bromo.

Jika tidak kejadian kebakaran, Selasa dan Sabtu anggota menggelar latihan memadamkan api. Sementara di hari lain dimanfaatkan untuk mengecek peralatan pemadam, mesin mobil pemadam, sampai latihan fisik petugas. Maklum, tugas memadamkan api memiliki risiko tinggi. Karenanya, harus latihan rutin.

Danang Purwanto selaku Inspektor Inspeksi Tingkat I atau pengawas sistem proteksi alat pemadam dan pengindera kebakaran mengatakan, julukan Fire Fighter Satrio Geni sendiri diberikan oleh anggota DPRD yang menghubungi Kepala Dinas Satpol PP tahun lalu.

Dimana, anggota DPRD itu menanyakan lokasi kebakaran, kemudian dijawab Satrio Geni melaju kencang ke arah selatan. Kebetulan, saat itu ada kebakaran. “Awalnya dari itu, tim petugas pemadam kebakaran ini dijuluki Satrio Geni, lengkapnya Fire Fighter Satrio Geni,” ungkapnya.

Danang menjelaskan, tugas tim Fire Fighter Satrio Geni, selain memadamkan api, juga melakukan pelayanan masyarakat. Respons yang diberikan maksimal 15 menit. Mereka harus siap meluncur lokasi beserta armada mobil pemadam.

“Mobil pemadam kebakaran yang kami miliki itu low pressure kapasitas 3 ribu liter dengan jangkauan semprotan air sejauh 25-30 meter. Satunya, medium pressure ukuran menengah 6 ribu liter dengan jangkauan semporatan air 50 meter. Paling tinggi high pressure, tapi belum punya,” terangnya.

Soal peningkatan kapasitas, Danang menjelaskan jika anggota tim harus rutin melaksanakan latihan. “Jangan sampai karena kurang latihan, malah membahayakan diri sendiri saat bertugas. Karena tugas memadamkan api, nyawa taruhannya. Bahkan, itu hampir terjadi ke saya saat menyemprotkan api,” ungkapnya.

Ada sistem dan aturan dalam bertugas memadamkan api. Satu unit fire ada satu tim yang terdiri dari 5 personel. Mereka punya tugas masing-masing. Yakni, sebagai komandan regu, sopir plus operator peralatan, dua personel pembantu yang menyiapkan selang, nozzleman atau penyemprot.

”Dalam pelaksanaan tugas damkar, menjaga keselamatan diri kita lebih dulu. Dengan gunakan alat pelindung diri lengkap seperti helm, sarung tangan, jaket dan celana tahan panas serta sepatu safety. Waktu masuk ruang berasap, nozzleman wajib pakai alat bantu pernafasan lengkap tabung oksigen,” jelasnya.

Saat musim kemarau, menurut Danang paling rentan dan rawan kejadian kebakaran. “Paling sering kejadian kebakaran saat musim kemarau. Catatan kami, kejadian kebakaran tiap tahunnya terus naik. Tahun 2016 ada 12 kejadian, tahun 2017 ada 20 kejadian, dan terakhir tahun 2018 kemarin 33 kejadian kebakaran,” terangnya.

Susah senang, pelayanan pada masyarakat diutamakan dibanding kepentingan pribadi. Danang mengatakan, kebakaran tidak mengenal waktu. ”Dukanya, selain risiko nyawa taruhannya, waktu lebaran tetap siaga bagi yang piket,” ujarnya. (rf)