Banjir Terjang Pasuruan, Warga Tetap Asyik Nonton Debat Capres

FOKUS: Warga di lingkungan Pledokan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, beramai-ramai menonton debat capres-cawapres di layar kaca, Kamis (17/1) malam. Saat itu rumah mereka dilanda banjir akibat luapan air sungai Gembong. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Hujan deras yang melanda di kawasan Pasuruan sejak Kamis (17/1) siang, membuat sejumlah kawasan banjir. Banjir tersebut bahkan membuat sejumlah rumah yang ada di sekitar sungai Welang dan Gembong di Kota-Kabupaten Pasuruan, terendam air.

Meski begitu, banjir kali ini tak menyurutkan warga tetap beraktivitas. Bahkan tak melewatkan momen debat capres-cawapres, yang Kamis malam disiarkan di stasiun televisi.

Seperti yang terpantau di lingkungan Gang Jambangan, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan/Kecamatan Purworejo. Meski air masuk ke dalam rumah setinggi betis, banyak warga yang tetap enjoy menyimak layar kaca.

Sebagian diantaranya mengaku, mereka tak ingin melewatkan momen capres dan cawapres, beradu argumen. Untuk sejenak, mereka melupakan luapan sungai Gembong, yang malam hari tersebut sebenarnya berpotensi terus meluap.

TAK PEDULI BANJIR: Warga di Jambangan, Purworejo, menonton debat capres, meski rumahnya kemasukan air. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal yang sama juga terjadi di Lingkungan Pledokan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo. Air luapan anak sungai Gembong, membuat teras dan rumah tergenang. Meski begitu, warga tak terganggu dan tetap fokus untuk mendengarkan pasangan nomor urut 01 dan 02.

Eko, salah satu warga di lingkungan Pledokan menyatakan, banjir kali ini adalah yang pertama di tahun 2019. Eko sendiri sempat khawatir, saat hujan turun dan mulai menggenangi rumah dan masuk ke ruang tamunya.

Malam itu, rasa khawatir Eko bukan hanya air yang sewaktu-waktu meluap lebih besar. Namun dia juga was-was apabila listrik padam, sehingga dia harus melewati acara debat capres/cawapres.

“Sejak sore, hujan tak berhenti. Saya pikir banjir pasti tiba. Dan ternyata benar,” katanya.

Begitu sungai Gembong meluap, Eko bersama warga lainnya sudah siap-siap mengamankan barang-barang di rumah. Termasuk peralatan elektronik. Jaga-jaga jika air menjadi tinggi.

“Setelah itu saya hanya berharap agar listrik tak padam. Soalnya, memang ingin menonton debat,” kata Eko sembari diaminkan warga lainnya.

Malam itu, terpantau sebagian warga di kawasan terdampak banyak duduk-duduk di teras rumah. Di Pledokan sendiri, ada puluhan rumah yang terdampak.

Di sisi lain, petugas BPBD tetap siaga di sejumlah titik. Mulai dari kawasan sekitar Karangketug di Kecamatan Gadingrejo dan kawasan Petung, Bugulkidul. Hingga berita ini ditulis, warga dan BPBD masih siaga memantau pergerakan air di sungai Gembong, Welang dan Petung. (ube/fun)