80 Persen Anjal Dalam Daerah, Setahun Pulangkan 182 Anak Jalanan

PASURUAN – Anak jalanan (anjal) menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan. Sepanjang 2018, Dinsos telah menangani 182 anjal. Dari ratusan anjal itu, 80 persen berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, razia anjal di Kabupaten Pasuruan sering dilakukan Satpol PP. Juga biasanya dari laporan petugas Dinsos di lapangan. “Jika ada yang dianggap meresahkan, Dinsos juga terjun melakukan evakuasi untuk dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan anjal cukup meresahkan masyarakat. Selain biasanya merusak keindahan kota, juga sering menganggu. Seperti, mengamen dan banyak yang mengganggu ketertiban umum. Dari segi usia, biasanya mereka masih ada di usia sekolah ataupun sudah memasuki usia produktif untuk bekerja.

“Biasanya anjal ini karena masalah salah pergaulan. Mayoritas juga berlatar belakang orang tua bercerai dan keluarga tidak harmonis, sehingga mengakibatkan salah pergaulan,” ujar Gunawan.

Dari jumlah 182 anjal itu, tercatat ada 140 laki-laki dan 42 perempuan. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Di antaranya, dari Kecamatan Bangil, Purwosari, Pandaan, Gempol, Wonorejo, sampai Grati.

Dari ratusan anjal itu, 80 persen dari Kabupaten Pasuruan. Sisanya anjal dari luar daerah, seperti Sidoarjo, Jember, Malang, Kalimantan, sampai Majalengka. “Setelah melakukan pendekatan, kami kembalikan ke keluarganya dengan didampingi pemerintah desa dan kecamatan agar ada yang bertanggung jawab. Agar anak itu tidak lagi turun ke jalan,” jelasnya.

Jika anak itu berasal dari luar daerah, Dinsos juga bekerja sama dengan Dinsos asal mereka. “Harapannya setelah diamankan dan dipulangkan, anjal di Kabupaten Pasuruan bisa ditekan. Dan tidak lagi menjadi masalah sosial,” ujar Gunawan. (eka/rud/fun)