Ini Identitas Dua Pria Tewas yang Jasadnya Terbakar, Polisi Tetapkan 3 Tersangka, Dua Diantaranya Pasutri

DIBUNUH DENGAN KEJI: Jenazah korban saat hendak dibawa usai ditemukan tewas dengan luka bekas jeratan dan terbakar. Inset: Korban Sya’roni (kanan atas dan Imam Sya’roni (kanan bawah) (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WONOREJO – Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dua jenazah lelaki yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Keduanya adalah yakni Sya’roni, 58, warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan serta Imam Sya’roni, 70, warga Dusun Selorentek Kulon, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

IKUT DIAMANKAN: Barang bukti yang diamankan polisi dari rumah tersangka M Dhofir. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Tak hanya itu, polisi juga menetapkan tiga orang yang diduga menjadi tersangka pembunuhan tersebut. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap siapa pelaku kejahatan itu. Minggu (20/1) sore, Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo membeberkan hasil penyelidikan maraton yang dilakukan pihaknya. Polisi mencurigai 3 orang pelaku yang didapat dari keterangan saksi.

“Hasil penyelidikan mengerucut pada tiga orang. Setelah itu kami lakukan pendalaman-pendalaman, serta mengamankan ketiga orang tersebut,” kata Rizal, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota itu membeberkan, salah satu dari tiga orang itu yakni DF atau M Dhofir, 59. Selain itu, polisi juga mengamankan Nanik Purwati, 30, yang tak lain ialah istri Dhofir. Serta Zainudin, 30, yang merupakan warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Rizal, ketiga orang itu saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasuruan. Ketiganya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran tersebut. Meski begitu, Rizal belum menjelaskan peranan masing-masing tersangka dalam kasus itu. “Sekarang masih didalami, apa saja peranan mereka,” katanya.

Tetapi, motif utama terjadinya pembunuhan itu diduga kuat bermula dari inisiatif M Dhofir. Rizal menjelaskan, Dhofir merasa dendam terhadap korban. Selama ini Dhofir pernah menderita sakit. “Tersangka menyimpan dendam karena mencurigai bahwa mereka (korban, Red) telah menyantetnya sehingga mengakibatkan dirinya sakit,” ujar Rizal.

Dalam penangkapan ketiga tersangka itu pula, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni motor Suzuki Smash milik korban Sya’roni, motor Yamaha Mio J milik tersangka M Dhofir, serta motor Honda Beat milik tersangka Zainudin. “Barang bukti berupa ponsel, ada tujuh yang kami amankan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu pagi dihebohkan dengan penemuan dua lelaki yang ditemukan tewas terbakar. Bahkan, kedua leher korban diikat menjadi satu menggunakan tali berbahan karet ban bekas.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Nurul Huda, warga RT 2/RW 2 yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 02.30, Nurul Huda terbangun dari tidurnya lantaran mendengar suara berisik. Saat ditelusuri, suara tersebut bersumber dari depan rumahnya.

Nurul Huda mengira suara itu dari korsleting listrik. Sebab, sejak malam hari listrik di perkampungan itu padam. “Setelah keluar rumah, yang saya lihat pertama kali ada kebakaran,” ujar Nurul Huda.

Ia juga tak mencurigai adanya kejanggalan. Apalagi sampai berpikir jika api yang berkobar itu membakar dua tubuh manusia. “Saya hanya melihat tumpukan kain yang diselimuti terpal. Namun baunya memang menyengat, bau gosong,” imbuh dia.

Karena penasaran, Nurul Huda kemudian mendekati lokasi api yang terbakar itu. “Saya baru sadar kalau yang terbakar itu manusia, setelah melihat ada kaki. Namun sudah tak bergerak. Saya langsung teriak-teriak minta tolong tetangga untuk sama-sama memadamkan apinya,” jelasnya.

Teriakan itu membuat sejumlah warga terbangun. Warga kemudian berduyun-duyun mendatangi lokasi. Mereka juga bergantian menyiramkan air yang dibawanya menggunakan ember dan bak. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kepala desa setempat. Beberapa menit kemudian, aparat kepolisian datang. (tom/fun)