Razia Lokasi Pesta Miras, Satpol PP Amankan 39 Remaja

PROBOLINGGO – Walaupun rutin dirazia, sejumlah lokasi di Kota Probolinggo masih jadi tempat favorit pesta miras. Sabtu (19/1) malam, petugas Satpol PP Kota Probolinggo berhasil mengamankan 39 remaja yang pesta miras dari sejumlah lokasi.

Kasatpol PP Agus Affendi menyebut, razia Sabtu malam itu menyasar tempat–tempat yang selama ini diduga dipakai untuk tempat pesta miras. Antara lain, Alun-alun Kota Probolinggo, JLU, serta tempat prostitusi di belakang perlintasan kereta api di Pasar Mangunharjo. Dari tempat tersebut, petugas mengamankan sepasang remaja yang sedang berpacaran serta tiga PSK.

Selanjutnya, sembilan pemuda diamankan Satpol PP dari warung kopi di depan Museum dr. Moh Saleh. Para pemuda yang sedang pesta miras di pinggir jalan itu pun tidak berkutik. Semuanya lantas dibawa ke Mako Satpol PP di Jati.

Kemudian, di Stadion Bayuangga, 13 remaja yang sedang pesta miras juga diamankan. “Dari 13 remaja itu, sebagian besar masih sekolah tingkat SMP,” terangnya

Petugas lantas bergeser ke Taman Semeru, karena mendapat laporan ada pesta miras di tempat itu. Sesampainya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pemuda sedang pesta miras di gazebo taman. Begitu petugas datang, salah satu pemuda membuang miras ke tempat sampah. Sayangnya, aksi pemuda itu diketahui petugas.

“Dari interogasi petugas, para pemuda yang pesta miras di Taman Semeru itu masih berstatus pelajar. Juga ada satu perempuan yang turut minum, juga masih pelajar,” tegasnya.

Sebelum menutup razia, petugas menyisir Taman Maramis. Dan hasilnya, sepasang kekasih ada di lokasi tersebut saat tengah malam. Petugas pun langsung menggelandangnya ke Mako Satpol PP.

Agus menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia. Sebab, masih banyak tempat–tempat baru yang digunakan untuk berbuat negatif.

Dia juga mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya, apalagi anak perempuan. Jangan sampai terbawa pergaulan yang tidak baik, sehingga ikut-ikutan pesta miras.

“Mencegah lebih baik. Jangan sampai putra-putri kita terjerat lingkungan yang tidak baik yang malah merusak masa depan mereka. Selain itu, kami akan terus melakukan razia dengan lokasi dan waktu yang berbeda untuk mengantisipasi pelanggaran sosial,” pungkasnya. (rpd/hn/fun)