Rawan Bencana di Penghujan, Air Terjun Madaripura Buka-Tutup

LUMBANG – Pascalongsor batu, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo memberlakukan sistem buka tutup di wisata air terjun Madakaripura, Lumbang. Buka tutup juga dilakukan karena selama musim hujan, rawan terjadi bencana.

Musa, kasi Destinasi Wisata Disporaparbud Kabupaten Probolinggo menjelaskan, bencana longsor batu yang terjadi Minggu (20/1) dini hari, memiliki pengaruh pada pelayanan di Madakaripura. Sebab, sejumlah fasilitas di dekat patung Gajah Mada itu rusak.

”Kami bersama-sama membersihkan sisa-sisa bangunan yang hancur terkena longsoran batu besar. Karena ukuran batu begitu besar, dua MCK dan pendapa pertemuan rusak,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (21/1).

Meski demikian, dikatakan Musa, pelayanan wisata pada pengunjung yang datang tidak berhenti. Hanya saja, pihaknya tetap mengaktifkan sistem buka-tutup di Madakaripura.

Saat cuaca mendukung di pagi hari, wisata air terjun itu dibuka. Namun, siang hari pengunjung yang datang tidak diperkenankan naik. Karena saat sore hari rawan turun hujan.

”Kami aktifkan sistem buka-tutup. Jika pagi sudah mendung, ya kami tutup. Tapi, saat pagi cerah, dibuka dan siangnya biasanya sudah ditutup,” terangnya.

Musim hujan sendiri menurutnya, berpengaruh pada pengunjung yang datang. Biasanya, pengunjung tidak berani datang saat cuaca tidak mendukung. Termasuk pihaknya pun memberlakukan sistem buka-tutup saat musim hujan.

”Sejak awal musim hujan bulan kemarin, kami mulai aktifkan sistem buka-tutup. Karena wisata air terjun sangat rawan terjadi longsor dan banjir yang bisa membuat pengunjung terjebak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, saat hujan deras, sangat rawan terjadi bencana. Salah satunya bencana longsor yang diakibatkan kekuatan tanah tebing melemah.

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian longsor batu di wisata air terjun Madakaripura. ”Semoga saja tidak terjadi longsor susulan. Kami berharap meningkatkan kewaspadaan,” harapnya. (mas/hn)