Curhat Warga Korban Bencana Angin Kencang di Gending

Bencana angin kencang yang menimpa sejumlah desa, berakibat rusaknya rumah dan fasilitas publik.

MUKHAMAD ROSYIDI, Gending

Suasana gotong royong terlihat dari warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/1). Tak hanya warga, anggota TNI, Polri, dan BPBD juga terlihat membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang ambruk. Mereka bahu membahu mengangkat sisa-sisa genting dan juga plafon rumah yang hacur.

Pemandangan itu menjadi biasa bagi warga sekitar. Pasalnya, hampir setiap tahun terjadi bencana di desa tersebut. Baik angin puting beliung maupun banjir rob. Wakil Bupati Timbul Prihanjoko berkesempatan mengunjungi lokasi banjir. Pria yang akrab disapa Timbul itu datang sekitar pukul 10.00.

Wabup tidak sendiri, ia didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anggit Hermanuadi. Selain itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo Donny Adianto. Juga Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ahmad Arif.

Di pendapa, ia memberikan sambutan sebentar kepada warga terdampak. Ia prihatin dengan bencana yang dialami oleh masyarakat tersebut. “Tentunya kami prihatin atas musibah yang menimpa mereka. Tetapi, bukan hanya prihatin, tentunya nanti akan kami berikan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak puting beliung,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan yang akan diberikan itu masih belum bisa diberikan secara langsung. Pihaknya dengan menggerakkan BPBD masih melakukan pendataan. Itu, dilakukan agar bantuan yang akan dikirimkan tidak salah sasaran. Tidak hanya itu, kunjungannya itu juga untuk memastikan kondisi para korban secara langsung.

“Ini merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab kami sebagai perintah daerah. Kami memastikan para korban apakah menerima pelayanan dan penanganan dengan baik,” tandasnya.

Setelah itu, pihaknya kemudian mengunjungi rumah warga yang terdampak. Ia melihat langsung penanganan dan evakuasi. Satu persatu rumah didatangi. Ia juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.

Sementara itu, Manji, 40, menceritakan bagaimana kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, Sore (22/1) lalu, sekitar pukul 17.00 tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Dimana saat itu, ia beserta tiga anaknya dan suaminya berada di dalam rumah. “Kencang sekali anginnya. Langsung wuss, gitu,” ujarnya menceritakan kepada Wabup.

“Anginnya berbunyi kencang sekali. Saya kira itu sudah kiamat. Saya baca doa dan anak saya nangis,” terang warga yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu. Setelah itu, ia kemudian berusaha mencari tempat yang aman. Yaitu, agar terhindar dari reruntuhan atap rumahnya.

Kepada wabup ia juga menyampaikan bahwa ia ingin agar segera dibantu. Sebab, rumahnya adalah salah satu rumah yang tergolong rusak parah. Hal itu, tentunya juga agar ia beserta keluarganya bisa berkegiatan seperti semula tanpa memikirkan rumah.

“Kami sangat mengharapkan bantuan. Saya sendiri juga termasuk orang yang tidak punya. Suami saya adalah seorang buruh tani, saya ibu rumah tangga. Kami menghidupi tiga anak yang masih sekolah. Jadi ya kami sangat mengharapkan bantuan itu,” terangnya.

Rabu itu, ia hanya mendapatkan bantuan berupa sembako. Baik dari pemerintah daerah maupun dari Baznas setempat. Namun, hal itu membuatnya merasa bebannya sedikit terbantu. “Iya Alhamdulillah sudah dibantu untuk sembako. Tetapi, kami juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana alam puting beliung melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Sedikitnya 37 rumah yang rusak akibat angin tersebut. Akibatnya, pemerintah daerah harus merogoh kocek kembali untuk membantu warganya yang tertimpa musibah itu. (rf)