Bocah Terlapor Pencabulan di Kelas Tak Masuk Sekolah, Ogah Banyak Bicara

GRATI – Usai kasus asusila di kelas saat jam sekolah mencuat, suasana belajar di sebuah sekolah dasar negeri wilayah timur Kabupaten Pasuruan, kembali berjalan normal, Jumat (25/1). Sejumlah siswa tetap masuk dan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan seperti biasa.

Hanya saja, korban Mawar, 10 (nama samaran) tak masuk sekolah. Salah satu pelaku berinisial R dan S juga tidak masuk. Sementara, terlapor Y tetap masuk sekolah seperti biasa.

N, salah satu dewan guru menjelaskan, guru kelas I yang disebutkan sakit saat aksi asusila itu terjadi dan hanya meninggalkan tugas, juga disebutkan sudah mendatangi 2 terduga pelaku. Kedua terduga itu disebutkan sudah tak masuk sekolah sejak Rabu (23/1) atau 2 hari usai insiden asusila terjadi.

Saat ditemui, kedua pelaku tidak banyak bicara. Saat ditanya tentang alasannya melakukan perbuatan tersebut pada Mawar, kedua pelaku memilih diam dan tidak mengatakan apapun.

Guru kelas juga sempat mendatangi rumah Mawar yang sudah tidak masuk sejak Selasa (22/1). Kepada I, orang tua Mawar meminta izin agar diberikan toleransi untuk tidak masuk sekolah. Sebab kondisi mental Bunga masih dalam keadaan tertekan.

N menjelaskan, pihak sekolah tidak menutup kemungkinan bakal memberikan sanksi pada terduga pelaku. Namun, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hal ini masih menunggu proses hukum yang berlaku pada ketiganya.

“Rencananya, sekolah bakal melakukan pendampingan pada korban (Mawar) sampai ia pulih secara psikis. Untuk ketiga terduga pelaku, pihak sekolah masih menunggu penyidikan dari kepolisian,” jelas N. (riz/mie)