Disangka Mencuri, Warga Patokan Bantaran Dipenjara Kali ke Enam

BANTARAN – Lima kali masuk penjara tidak membuat Ngatiwi, 43, kapok. Lelaki asal Dusun Slamet, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, itu kembali harus mendekam di balik jeruji besi.

Selasa (22/1), sekitar pukul 14.30, Ngatiwi dibekuk anggota Polsek Bantaran di Jalan Raya Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Ngatiwi disangka terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di banyak tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, tersangka sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) karena banyak kasus pencurian. Awalnya, tersangka diamankan polisi karena kasus pencurian handphone (HP) milik Dela Ayu Fitria, 20, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran.

“Dari situ ternyata tersangka Ngatiwi ini terlibat kasus pencurian di TKP lain. Termasuk, kasus pencurian sepeda motor di Dusun Kapuran, Desa Patokan, Kecamatan Bantaran,” ujarnya.

Jamhari menjelaskan, kasus curanmor itu terjadi pada 29 Agustus 2018. Dia menggondol sepeda motor Honda Beat dari rumah korban Rowi, 36. Saat tengah malam, Ngatiwi bersama dua pelaku lain masuk ke rumah korban dengan mencongkel jendela menggunakan linggis. “Pelaku ini juga terlibat kasus curanmor TKP Desa Bantaran pada 17 September 2018. Saat itu pelaku mencuri motor Honda Vario,” ujarnya.

Menurut Jamhari, Ngatiwi merupakan residivis kasus pencurian. Bahkan, sudah lima kali dijebloskan ke penjara dengan TKP berbeda. Terakhir, dia keluar dari penjara pada 22 Desember 2017. Rupanya, tersangka tidak kapok dan kembali mencuri.

“Kasus pencurian terakhir yang dilakukan tersangka Ngatiwi pencurian HP. Pelaku masuk ke rumah korban saat pemilik rumah sedang tidur. Melihat pintu terbuka, pelaku masuk dan mengambil HP milik korban yang diletakkan di meja,” jelasnya.

Ngatiwi mengakui perbuatannya. Termasuk telah keluar-masuk penjara karena kasus pencurian. Terakhir ia mencuri HP dan yang akan dijual sebagai modal berangkat ke Surabaya untuk menjadi kuli bangunan. “Saya keluar dari penjara terakhir akhir 2017. Terakhir divonis 8 tahun penjara,” ujar bapak dua anak itu. (mas/rud)