Kantongi Duit Puluhan Juta dari Dermawan, Ini yang Dilakukan Pak Amir

BANYUWANGI – Amirudin, warga asal Sumatera Utara beberapa hari terakhir bikin heboh jagat dunia maya. Usai viral karena aksi jalan kakinya dari Medan ke Banyuwangi, ia kembali jadi pembicaraan netizen.

Sebab, belakangan diketahui bahwa aksinya itu hanya kebohongan. Ibunya tidak pernah di Banyuwangi. Nadzarnya jalan kaki dari Medan ke Banyuwangi untuk bersimpuh di kaki ibunya usai sembuh dari lumpuh pun hanya cerita bohong.

Dari kebohongannya itu, Pak Amir –sebutan akrabnya- mampu menuai simpatik netizen. Sepanjang jalan, ia banyak dielu-elukan dan banyak warga yang berselfie ria dengannya.

Tak hanya itu. Selama aksinya jalan kaki, Pak Amir juga mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Sebab, di setiap kota yang dilintasi, dia dielu-elukan. Tak sedikit yang memberi uang untuk bekal perjalanan. Uang di tabungannya terkumpul hingga Rp 49 juta.

Amirudin menceritakan, awalnya dia sama sekali tak ingin perjalanannya diekspose. Tetapi sejak tiba di Klaten, Jawa Tengah ada beberapa wartawan yang mewawancarainya dan netizen yang membicarakannya.

“Saya mengaku khilaf sampai mengatakan mau menemui ibu saya. Ibu saya Nur Asiah dan sekarang masih hidup. Ada di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Sumatera Utara. Saya minta maaf sebesar besarnya,” kata Amir.

Selama di perjalanan, Amirudin mengaku sering diberi uang dan makanan oleh beberapa dermawan. Sampai kemudian dia memiliki uang tunai sebesar Rp 25 juta dan tabungan sebesar Rp 49 juta yang disimpan di rekening pribadinya.

Amirudin berencana akan menggunakan uang tersebut untuk ongkos pulang dan usaha seandainya nanti kembali ke kampung halamannya. “Tapi saya tidak pernah minta. Saya sebenarnya juga tidak ingin diikuti relawan, tapi mereka mendampingi terus,” terangnya sambil mengusap keringat.

Amir sendiri dipulangkan usai Kades Ketapang berkoordinasi dengan Pemkab Banyuwangi. Dengan begitu, kemungkinan besar ia tak mengeluarkan duit untuk perjalanannya. (fre/aif/JPG/mie)