Pembebasan Lahan Persiapan JLU di Kota Pasuruan Ternyata Baru Capai 30 Persen

PASURUAN – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU) di Kota Pasuruan, terus dilakukan. Namun, sejauh ini belum seluruh lahan yang dibutuhkan berhasil dibebaskan. Pemkot Pasuruan menargetkan tahun ini proses pembebasan lahan itu tuntas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan M. Agus Fadjar mengatakan, pembebasan lahan itu akan terus diupayakan. Lahan yang dibutuhkan melintasi sembilan kelurahan di tiga kecamatan. “Progresnya baru 30 persen lahan yang sudah dibebaskan. Yakni, di seksi pertama dan seksi empat,” ujar Agus.

Ia tak memungkiri masih banyak lahan yang belum dibebaskan. Menurutnya, pihaknya akan terus berupaya untuk memproses pembebasan lahan yang tersisa. Pembebasan lahan akan dilanjutkan tahun ini.

Agus mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan proses pembebasan lahan lambat. Salah satunya karena kelengkapan dokumen administrasi dari pemilik lahan. Meski begitu, Agus menyebut, pihaknya menargetkan tahun ini proses pembebasan lahan bisa dilakukan secara menyeluruh. “Percepatan itu juga kami upayakan dengan menggandeng BPN terkait mekanisme pembebasan lahan bisa maksimal,” ujarnya.

Diketahui, bidang lahan yang dibutuhkan itu dibagi dalam empat seksi. Seksi satu melewati Kelurahan Gadingrejo dengan 42 bidang dan Kelurahan Karangketug dengan 85 bidang. Seksi dua melewati Kelurahan Kepel dengan 17 bidang, Kelurahan Mandaranrejo dengan 13 bidang, dan Kelurahan Panggungrejo dengan 11 bidang.

Sedangkan, seksi tiga melewati Kelurahan Mandaranrejo, Tapaan, Kepel, dan Blandongan. Kebutuhan bidang di seksi ini masih diverifikasi. Terakhir, seksi empat melewati Kelurahan Bugulkidul dengan 74 bidang. Dari ratusan bidang itu, sejauh ini baru 30 persen yang sudah berhasil dibebaskan. (tom/fun)