Tiga Tempat Wisata di Kab Pasuruan Ini Menjadi Penyumbang Pemasukan Paling Tinggi

PURWOREJO – Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan dari sektor wisata sepanjang 2018 cukup baik. Dari target Rp 700 juta, hasilnya mencapai Rp 823,579 juta. Jumlah itu mencapai 117,7 persen dari target.

DATARAN TINGGI: Wisatawan menikmati Penanjakan di Tosari, Bromo. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Agung Maryono mengatakan, target PAD sepanjang 2018 sudah tercapai sejak November. Pada Desember makin melonjak dan bisa mencapai Rp 823,579 juta atau 117 persen dari target.

Menurutnya, jumlah retribusi tempat wisata memang tidak besar. Sebab, retribusi wisata hanya diambil dari tiga lokasi wisata alam. Meliputi ranu di Kecamatan Grati dan pemandian alam Banyubiru di Kecamatan Winongan. Serta, ada tambahan retribusi baru di Tosari menuju Bromo, sejak Juli 2018.

Dari data Disparbud Kabupaten Pasuruan, sejak 2015, PAD wisata hanya pada 2015 yang tidak mencapai target. Saat itu hanya mampu mencapai 97 persen dari target Rp 550 juta. Namun, pada 2016 mulai ada peningkatan. Dari target Rp 575 juta bisa terealisasi hingga Rp 707 juta.

Meski kenaikan target cenderung kecil, realisasinya ada kecenderungan selalu meningkat. Pada 2017 dari target Rp 600 juta dapat terealisasi Rp 707 juta atau 117 persen. “Tahun ini mencapai Rp 823 juta. Hal ini cukup ditunjang dengan adanya titik retribusi baru di Tosari,” ujar Agung.

Dari total Rp 823 juta itu, Banyubiru masih mendominasi penerimaan retribusi hingga Rp 742 juta, disusul Tosari Rp 50,67 juta, dan Ranu Grati Rp 30,147 juta. “Kenaikan penerimaan retribusi terdongkrak dari kunjungan pengunjung utamanya saat liburan sekolah, Lebaran, sampai akhir tahun,” ujarnya. (eka/fun)

 

Tiga Wisata Penyumbang PAD Kabupaten Pasuruan
Banyubiru             Rp 742 juta
Tosari                    Rp 50,67 juta
Ranu Grati             Rp 30,147 juta