Ada Relokasi Pedagang di 4 Titik, PAD Pasar Tradisional Pasuruan Turun

BANGIL – Retribusi pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan tahun lalu melebihi target. Diketahui, target retribusi pasar tradisional berada di angka Rp 3,962 miliar. Sementara, realisasinya berada di angka Rp 3,991 miliar.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2017, justru turun. Padahal, targetnya sama.

Edy Suwanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan mengatakan, sampai tutup tahun 2018, hasil retribusi dari pasar tradisional mencapai 100,73 persen. Ia menyebut, turunnya realisasi tahun 2018 jika dibandingkan tahun 2017 karena sejumlah hal.

“Untuk tahun lalu memang ada penyesuaian, ini lantaran ada beberapa pedagang di pasar tradisional yang sebagian dilakukan relokasi lantaran ada revitalisasi atau pembangunan pasar. Dan, hal ini sedikit banyak memengaruhi hasil retribusi,” terangnya.

Jika dibandingkan tahun 2017 lalu, dengan target yang sama, hasil realisasi retribusi 2018 memang turun. Tahun 2017 lalu mencapai Rp 4,014 miliar atau 101,3 persen.

Relokasi sendiri terjadi di 4 pasar yaitu Pasar Nguling, Pasar Grati, Pasar Pasrepan, dan Pasar Sukorejo. Sehingga, pedagang yang sementara pindah di tempat baru cenderung berkurang penarikan retribusinya.

“Ini karena di tempat relokasi kendati tetap ada retribusi, namun untuk besaran retribusi cenderung turun. Lantaran tempat biasanya tidak seluas saat di kios yang lama,” terangnya.

Di Kabupaten Pasuruan ada 14 pasar tradisional. Dari retribusi tersebut, sesuai dengan Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, ada retribusi harian, ponten, sampai retribusi bongkar muat. Sedangkan untuk retribusi pedagang dipengaruhi oleh luas kios termasuk jenis barang dagangan yang dijual. (eka/rf)