Sepekan, Satpol PP Berhasil Tertibkan 100 Reklame Ilegal

MELANGAR: Anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan menertibkan reklame yang terpasang di pohon di Jalan R.A Kartini, Desa Latek, Kecamatan Bangil, Selasa(29/1) pagi. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Ratusan reklame tak berizin terus bermunculan di Kabupaten Pasuruan. Meski sudah sering ditertibkan, masih saja ada reklame baru tanpa izin yang terpasang. Dalam sepekan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan bisa menertibkan sampai 100 reklame.

Selasa (29/1), Satpol PP Kabupaten Pasuruan kembali menertibkan puluhan reklame. Terutama, reklame berukuran kecil yang dipaku pada pohon di sepanjang jalur protokol dan jalan Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, penertiban reklame berupa reklame kecil dan spanduk sudah menjadi kegiatan rutin. Operasi dilakukan serentak mulai dari wilayah tengah, barat, sampai timur Kabupaten Pasuruan.

“Hari ini (Selasa, Red) kami sisir sepanjang jalan utamanya di jalur protokol, termasuk di jalan-jalan Kabupaten Pasuruan. Kami bagi tim dari wilayah tengah, barat, timur, sampai selatan,” ujarnya.

Yudha mengatakan, meski sudah rutin dilepas, namun setiap pekan masih saja ada reklame berukuran kecil dan spanduk ilegal yang dipasang. Terbanyak, berupa reklame kecil yang dipaku pada pohon di pinggir jalan.

Menurutnya, reklame dilarang dipaku pada pohon. Selain itu, reklame yang dipaku pada pohon nantinya akan membuat rusak pohon itu sendiri. “Reklame kebanyakan ilegal alias tidak berizin dan asal pasang. Paling mudah dipasang di pohon. Padahal, jelas pohon dilarang dijadikan tempat untuk memasang media promosi seperti banner,” ujarnya.

Dari catatan Satpol PP, reklame ilegal itu paling banyak iklan perumahan dan tanah kavling. Sedangkan, media kampanye calon legislatif (caleg) tidak ada karena lokasinya sudah dipastikan dan harus sesuai dengan izin dari KPU dan Bawaslu.

Tercatat lebih dari 50 reklame kecil dan spanduk yang diamankan. Yudha mengatakan, rata-rata dalam sepekan pihaknya bisa menertibkan lebih dari 100 reklame ilegal. Ironisnya, meski rutin ditertibkan, masih saja ada pemasang baru, sehingga pihaknya harus rutin melakukan penertiban.

Yudha menambahkan, agar tidak memasang di tempat terlarang lagi, pihaknya juga sudah pernah mengundang para pemasang reklame ilegal itu. Mereka diberikan pemahaman agar tidak memasang reklamenya secara ilegal, termasuk dipaku pada pohon. “Tapi, meski sudah dipanggil, masih muncul lagi banner baru dari pemasang yang lain. Jadi, terus ada banner ilegal yang bermunculan,” ujarnya. (eka/fun)