2 Dusun di Tambakrejo Terendam, Kerugian Sementara Rp Rp 175 Juta

KRATON-Curah hujan yang tinggi di wilayah Pasuruan juga dirasakan warga di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Kamis (31/1), dua dusun di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, terendam banjir. Kondisi itu diakibatkan meluapnya Kali Welang.

Banjir mulai melanda permukiman warga sekitar pukul 08.00. Sedikitnya ada 900 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Yakni, lima RT di Dusun Bulu dan enam RT di Dusun Batokan. Banjir ini juga merendam lima hektare sawah milik warga yang siap panen.

Kapolsek Kraton AKP Masroni mengungkapkan, Rabu (30/1) malam sekitar pukul 20.00 terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Kraton. Hujan yang cukup lebat ini mengakibatkan Kali Welang meluap pada Kamis (31/1) dini hari sekitar pukul 04.00.

Luapan ini mencapai puncaknya pada pukul 08.00 dan menggenangi sejumlah rumah penduduk di Desa Tambakrejo. Ketinggian air di Dusun Bulu dan Dusun Batokan ini mencapai 50 sentimeter. Namun, sejumlah warga tetap memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing.

“Kerugian akibat banjir ini sekitar Rp 175 juta. Sebab, ada sekitar lima hektare sawah padi milik warga setempat yang siap panen menjadi rusak akibat terendam banjir,” jelas Masroni.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menjelaskan, banjir ini disebabkan curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang laut di Selat Madura. Sehingga, Kali Welang pun meluap ke permukiman.

Ia menyebut, penduduk yang mengalami kerugian gagal panen bisa mengajukan permohonan bantuan pascabencana. Permohonan ini pun harus diketahui oleh Kepala Desa (Kades) dan camat setempat dan tentunya sudah diverifikasi oleh dinas terkait.

“Namun, ganti rugi yang diberikan pemerintah ini sifatnya membantu, bukanlah mengganti total kerugian. Bentuknya pun tidak harus uang, melainkan bisa berupa bibit padi misalnya,” jelasnya. (riz/rf)