Lewat Game, KPU Kota Pasuruan Ajak Wujudkan Pemilu 2019 Berintegritas

Sosialisasi pemilu tak melulu dilakukan dengan tatap muka. Seperti yang dilakukan KPU Kota Pasuruan. Mereka membuat game pemilu dengan sasaran utama pemilih milenial.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan

Dua pekan waktu yang dibutuhkan KPU dan timnya untuk membuat game Pemilu 2019 Berintegritas. Ya, KPU memilih game sebagai salah satu sarana sosialisasi selain tatap muka, maupun penyebaran informasi dari berbagai media. Tentu saja, melihat sarana yang dipakai, sasarannya adalah penghobi game yang rata-rata generasi milenial.

SOSIALISASI: Komisioner KPU Kota Pasuruan mengenalkan game pemilu 2019. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal itu didukung fakta bahwa pemilih pemula angkanya cukup tinggi. Generasi milenial ini lebih menyukai model sosialisasi dengan gaya baru. “User yang kami bidik yakni pemilih pemula. Mereka bisa memahami bagaimana pemilu yang berintegritas dengan bermain. Tanpa mendengar paparan yang mungkin terkesan menjemukan,” kata Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Mulyadi.

Salah satu tugas KPU memang menggelar sosialisasi. Jauh hari sebelumnya, upaya itu sudah kerap terlaksana. Sosialisasi yang dilakukan, biasanya dalam sebuah forum dan bertatap muka, menyampaikan informasi terkait ke-pemilu-an.

Tampaknya, cara-cara semacam itu kurang menarik bagi pemilih pemula. Melihat hal itu, KPU Kota Pasuruan menilai bahwa sosialisasi ke-pemilu-an tak melulu ditempuh melalui cara-cara konvensional. Melainkan juga memanfaatkan teknologi informasi. Yang disentuh bukan semata lini media sosial.

Memang, sosialisasi yang digencarkan melalui dunia maya, tetap ampuh. Terutama, untuk menggaet minat pemilih yang terbiasa dengan gawai. Nah, untuk meningkatkan partisipasi pemilih bagi pemula, KPU membuat game berbasis android yang menjadi sarana sosialisasi.

“Mereka juga mayoritas sudah pegang android. Nah, upaya sosialisasi yang kami lakukan ini menyesuaikan dengan generasi milenial,” kata Mulyadi. Game bertajuk Pemilu 2019 Berintegritas itu mulai digagas sekitar sebulan yang lalu. Mulyadi membeberkan, motivasi utama pembuatan game tersebut memang untuk menyosialisasikan Pemilu 2019.

Selepas proses pembuatan tuntas, game tersebut langsung diinstal pada sejumlah komputer di rumah pintar pemilu Macan Putih di kantor KPU setempat. Untuk mempermudah user mengakses game tersebut, kata Mulyadi, pihaknya mengunggah master aplikasi dalam situs KPU. Sehingga, dapat diunduh oleh masyarakat luas.

Beberapa waktu lalu, seorang staf KPU Kota Pasuruan sempat memamerkan bagaimana bermain game Pemilu 2019 Berintegritas. Di dalam game, terdapat tokoh utama yang diidentikkan sebagai calon legislatif. Tokoh dalam game itu mengenakan baju koko dan peci hitam. Ia terus berlari melintasi sepanjang jalan.

Tujuan dia berlari yakni untuk mengumpulkan skor. Skor akan bertambah dengan banyaknya poin yang didapat. Di antara poin-poin itu yakni poin kejujuran, visi, dan misi. Sepanjang jalan, di kanan-kiri, terlihat beberapa ikon Kota Pasuruan. Seperti alun-alun, taman kota, menara jam di GOR Untung Suropati, serta lainnya.

Tokoh dalam game itu juga menenteng senjata. Senjata itu mesti digunakan apabila si tokoh menemui monster hoax, kampanye hitam, money politics, dan isu SARA. Si tokoh diharuskan menghindar. Jika perlu, menembak monster-monster tersebut.

“Kami ingin menekankan integritas dan kualitas caleg agar diutamakan oleh pemilih. Dan sebaliknya, agar tidak terjebak dalam kampanye hitam maupun politik transaksional yang akan merusak semangat demokrasi berintegritas itu sendiri,” terangnya.

Mulyadi mengklaim, sosialisasi menggunakan game ini satu-satunya di Jawa Timur. “Se-Jawa Timur memang baru Kota Pasuruan,” katanya. Meski begitu, pihaknya juga akan tetap menggelar sosialisasi tatap muka dengan pemilih pemula. Hanya saja, kemasannya sedikit berbeda. Khusus saat sosialisasi pemilih pemula, audiens akan menjadi peserta lomba. “Nanti dilombakan saat sosialisasi ke pemilih pemula,” jelasnya. (rf)