Sediakan Pemandu Lagu, Dua Warung Kopi di Beji Ini Kena Teguran

BEJI – Sejumlah warung kopi di pasar rakyat Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, nekat menyediakan pemandu lagu. Petugas Satpol PP Kabupaten Pasuruan pun langsung meminta agar para pemilik warung kopi meniadakan pemandu lagu di sana.

Langkah itu dilakukan Satpol PP setelah mendapat keluhan dari warga sekitar. Warga resah karena warung kopi di pasar rakyat itu menyediakan fasilitas karaoke untuk menarik pengunjung. Yang meresahkan, karaoke itu dilengkapi dengan pemandu lagu.

Mendapat keluhan itu, Satpol PP pun melakukan patroli Selasa (29/1) malam ke warung-warung di sana. Setelah membuktikan kebenaran keluhan warga, Satpol PP memberikan teguran lisan agar para pemilik warung meniadakan pemandu lagu untuk kegiatan karaoke.

Ajar Dollar, kasi Ops Satpol PP Kabupaten Pasuruan mengatakan, warung-warung yang ada di pasar rakyat itu sebenarnya warung kopi biasa. Namun, untuk lebih menarik pembeli, para pemilik warung menyediakan tempat karaoke di bilik. Di bilik itu, juga disediakan pemandu lagu.

“Jadi, salah satu usaha agar warung kopi lebih laris, disediakan tempat karaoke juga, meskipun terbuka. Warga kemudian melapor karena warung kopi juga menyediakan pemandu lagu untuk karaoke itu,” lanjutnya.

Total, ada tujuh warung kopi di tempat itu. Namun, saat patroli, hanya dua warung kopi yang buka. Di dua warung kopi itu, ada dua pemandu lagu yang sedang menemani pembeli.

Usaha warung kopi itu sendiri, sudah berjalan 6 bulan. Sebelumnya sudah ada teguran tertulis satu kali terkait kegiatan serupa.

“Namun, setelah kami patroli kemarin masih ditemukan pemandu lagu. Jadi, kami memberikan teguran lisan. Kalau dalam satu minggu masih ditemukan pemandu lagu, kami akan berikan teguran tertulis ke dua,” terangnya.

Jika tiga kali teguran tertulis tidak digubris, usaha warung kopi itu bisa ditutup. Ajar mengatakan, warung kopi memang dilarang ada pemandu lagu.

Apalagi warga resah. Sebab, dikhawatirkan kegiatan tersebut menjurus ke minuman keras atau kegiatan prostitusi. Karena itu sebagai langkah antisipasi, warung kopi tersebut diberikan teguran agar tidak ada lagi pemandu lagu.

“Selain teguran terkait pemandu lagu, kami juga razia miras. Tapi, tidak ditemukan di warung-warung tersebut,” pungkasnya. (eka/hn/fun)