2 Tahun Bantuan PKH di Kota Probolinggo Tak Cair, Ini Penyebabnya

MAYANGAN–Sebanyak 800 keluarga penerima manfaat (KPM) dari program keluarga harapan (PKH) di Kota Probolinggo tidak cair bantuannya. Bahkan, dua tahun mereka tidak menerima bantuan PKH itu.

Dan Kamis (31/01), perwakilan dari 800 KPM itu mendatangi kantor DPRD Kota Probolinggo. Mereka wadul pada Komisi III DPRD karena bantuan dari Kementerian Sosial itu sudah dua tahun tidak cair. Yaitu, tahun 2017-2018.

“Jadi, selama dua tahun yaitu tahun 2017-2018, dana PKH ke warga tidak cair. Padahal, tahun 2016 masih cair,” terang Agus Rianto, ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, kemarin (31/1).

Dinas Sosial pun menelusuri penyebab tidak cairnya PKH untuk 800 KPM tersebut. Hasilnya, ternyata Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah rekening penerima PKH. Perubahan hanya terjadi pada nomor rekening, sedangkan nama penerima tidak.

“Yang tidak diketahui adalah apa alasan Kementerian Sosial mengubah nomor rekening tanpa pemberitahuan kepada penerima. Sedangkan ATM penerima tidak berubah. Karena itu, penerima tidak bisa menarik dana PKH,” ujarnya.

Menurut Agus, ada beberapa solusi untuk mengantisipasi hal ini. Yaitu, membuat kartu ATM instan. Namun, dengan jumlah KPM sebanyak 800 orang, pembuatan kartu ATM instan menurutnya sulit dilakukan dalam waktu dekat.

“Paling tidak diperlukan waktu satu bulan untuk pembuatan ATM instan ini. Solusi lain adalah membuatkan buku tabungan baru bagi penerima PKH,” ujarnya.

Namun, dengan hanya memiliki buku tabungan, maka masyarakat penerima PKH harus lebih aktif ke bank. Berbeda dengan saat mereka memiliki ATM. Warga bisa mengecek ke ATM sewaktu-waktu.

Budi, perwakilan dari BNI Kota Probolinggo memastikan, meskipun ada pergantian rekening oleh Kemensos, dana PKH tetap ada di tabungan masing-masing penerima. “Solusi paling cepat untuk mencairkan dana PKH ini adalah dengan mebuat buku tabungan baru dengan nomor rekening yang baru,” ujarnya.

Salah satu KPM yang PKH-nya tidak cair, yaitu Desi, berharap agar dana tersebut bisa segera cair. Sebab, bantuan itu menurutnya akan digunakan untuk biaya melanjutkan pendidikan anaknya.

“Anak saya mau melanjutkan ke SMP. Saya berharap bisa segera dicairkan PKH untuk biaya sekolah,” terang warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan itu. (put/hn)