Barang Elektronik Rusak karena Tegangan Naik, Ini Penjelasan PLN Probolinggo

SUMBERASIH–Sejumlah warga di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, beberapa hari terakhir resah. Mereka mengeluhkan banyaknya barang elektronik yang rusak. Warga menduga, hal itu dipicu dengan tegangan listrik yang tak stabil.

Warga pun meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bertanggung jawab. Keluhan itu seperti yang disampaikan Sugi Sulaiman, 57, warga RT 18/RW 3, Desa Pesisir. Menurutnya, di sekitar tempat tinggalnya ada tujuh rumah yang mengalami hal sama.

Barang elektronik yang tersambung dengan listrik rusak. Penyebabnya, karena tegangan listrik naik. Bahkan, sampai 300 vol. Barang elektronik yang rusak itu beragam.

Mulai bohlam, televisi, printer, hingga kulkas. Di warung miliknya, yakni Depot Elok, ada tujuh bohlam dan satu televisi rusak. Sementara di rumah anaknya, empat bohlam dan satu printer rusak.

“Lampu yang rusak sudah saya ganti dengan membeli yang baru. Untuk televisi yang rusak, tidak muncul gambar. Sedang untuk printer, gosong akibat tegangan terlalu tinggi,” terang Sugi.

Dia pun berharap PLN bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Selain melakukan perbaikan, juga memberikan ganti rugi atas barang elektronik yang rusak.

“Kalau ganti ruginya mungkin tidak seberapa. Namun, bagi warga yang tidak memiliki dana lebih, kasihan jika televisi yang dimiliki bahkan satu-satunya rusak,” terangnya.

Hal senda diungkapkan Hari, 49, warga setempat. Menurutnya, naiknya tegangnya itu terjadi pada Rabu (30/1) pagi. Memang, PLN menurutnya sudah melakukan perbaikan. Namun, barang elektronik yang rusak tidak diganti.

Di rumah Hari sendiri, televisinya rusak. “Saya bangun tidur melihat TV sudah berasap seperti terbakar. Karena takut, saya langsung lari dan mematikan saklar listrik,” tuturnya.

Terpisah, Kepala PLN Rayon Probolinggo Kadek enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi. Ia mengaku baru mendengar naiknya tegangan listrik itu. Sehingga, ia masih harus mengecek. “Saya belum mendengar. Jadi, saya masih cek lapangan dulu. Selain itu, untuk ganti ruginya, kami masih cek dulu,” singkatnya.

Terpisah, Supervisor teknik PLN Rayon Probolinggo Faizal Raihan membenarkan jika ada gangguan. Namun, sudah diatasi. “Betul ada gangguan kabel dan travo yang mengakibatkan tegangan naik. Dan, sudah kami perbaiki,” terangnya.

Menurut Raihan, korsleting itu terjadi karena murni ada gangguan. Dan, yang terkena dampak hanya di jalur kabel yang terganggu, sehingga dampaknya hanya keluaran pada travo yang berada di depan Depot Elok saja.

“Jadi yang terkena dampak hanya keluaran dari travo. Bukan di titik travo lain. Yang terdampak hanya satu wilayah yang dilayani oleh travo tersebut. Tidak berefek pada travo lain,” jelasnya. (rpd/hn)