Jalan Tosari-Ngadiwono Terputus 5,5 Jam karena Tertimbun Longsor

TOSARI–Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di kawasan Bromo memicu terjadinya longsor di Desa/ Kecamatan Tosari, Jumat dinihari (1/2). Longsoran dari tebing setinggi 12 meter itu sempat menutup jalan dari Desa Tosari menuju ke Desa Ngadiwono.

Ruas jalan yang tertutup material longsor itu sendiri, baru bisa dilewati sekitar pukul 07.30. Itu setelah warga bersama Muspika dan relawan terkait membersihkan material longsor.

Abdul Ghoni, Camat Tosari mengatakan, beberapa hari terakhir, kawasan setempat memang diguyur hujan deras. Akibatnya, menimbulkan patahan dan terjadi longsor di Desa Tosari ke arah Desa Ngadiwono tepatnya menuju ke Pelataran Desa Ngadiwono.

Longsoran sendiri terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Sehingga mulai shubuh, masyarakat sekitar, relawan, muspika terkait ikut bergotong royong membersihkan longsoran tanah. Longor sendiri dari tebing setinggi 12 meter dengan lebar 10 meter.

“Akses jalan memang sempat tertutup, jalur ini adalah jalur masyarakat sekitar termasuk untuk wisatawan yang ke arah pelataran Desa Ngadiwono atau ke Kampung warna warni,” terangnya.

Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, longsoran yang terjadi di Desa Tosari memang disebabkan lantaran hujan yang deras turun beberapa hari ini. “Memang ada hujan deras sebelumnya, sehingga ada struktur tanah yang mengalami longsor,” terangnya.

Kondisi ini segera dilakukan pembersihan baik warga sekitar, relawan muspika, BPBD dan dibantu oleh bina marga. Sehingga jalur dari Desa Tosari menuju Desa Ngadiwono segera bersih sekitar pukul 08.00 pagi. (eka/mie)