Jumlah Pasien DBD di RSUD Bangil Sudah Meningkat sejak Desember

BANGIL-Peningkatan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) juga terjadi di RSUD Bangil. Pasien DBD didominasi oleh anak-anak. Sekitar 60 persen diantaranya, menjalani rawat inap di RSUD Bangil.

Ghozali, humas RSUD Bangil mengatakan, tingginya jumlah pasien DBD sudah terasa sejak Desember 2018. Tercatat, ada sebanyak 52 pasien yang dirawat inap di RSUD Bangil. “Pada Januari ini, diprediksi bisa lebih naik. Tercatat sampai 20 Januari saja, sudah ada sekitar 37 pasien,” terang Ghozali.

Ia menambahkan, penyakit DBD memang menempati posisi tertinggi untuk penyakit yang sering diderita terutama saat musim hujan. Hal ini terjadi lantaran intensitas hujan yang tinggi, perubahan cuaca yang memicu genagan air dan mengakibatkan berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Penderita DBD akan tetap tinggi selama musim hujan. Kondisi akan turun pada Maret. Lantaran itu, masyarakat diimbau uuntuk menjaga lingkungan sekitar, agar tidak ada genangan air. Seperti di selokan, kamar mandi, bak air terbuka, pot yang menambung air yang membuat berkembangnya jentik air.

“Termasuk menggalakkan 4M.  Yaitu menguras, menutup, mengubur, dan mengawasi agar penderita DBD bisa berkurang,” terangnya.

Agung Basuki, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengatakam, untuk Kabupaten Pasuruan statusnya saat ini masih waspada. Termasuk masyarakat sudah disosialisasikan untuk peduli lingkungan.

Dikatakan pada Januari 2019, Dinkes mencatat masih 19 orang yang dinyatakan suspect DBD. Agung mengatakan, untuk suspect ini awalnya diduga demam berdarah namun ternyata tidak.

Dari 19 orang suspect tersebut sementara ini hanya 2 orang yang dinyatakan menderita demam berdarah. Namun, sampai akhir Januari ini dikatakan belum ada yang sampai meninggal dunia. (eka/mie)