Permintaan Izin Pernikahan Dini di Pengadilan Agama Bangil Naik, Tahun Lalu Capai Segini

BANGIL – Sepanjang tahun 2018 kemarin, permintaan untuk menikah muda atau dispensasi nikah di Pengadilan Agama Bangil mengalami peningkatan. Dibandingkan tahun sebelumnya, dispensasi nikah mencapai 34 pengajuan. Faktor pergaulan dan ketakutan terjadi hal yang tidak diinginkan menjadi meningkatnya pemintaan dispensasi nikah.

Zulfiatu Hifdzillah, Panitera muda hukum PA Bangil mengatakan adanya permintaan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Bangil ada beberapa sebab. Pertama karena faktor pergaulan yang semakin bebas, dan juga lebih diperketatnya syarat pernikahan di KUA. Sehingga pasangan yang menikah sebelum usia sesuai UU, harus mengajukan dispensasi nikah di Pengadilan Agama.

“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bab II Pasal 7 mensyaratkan, pernikahan hanya diizinkan bila pihak pria berusia 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Secara administrasi sebelum menikah, syarat kelengkapan di KUA semakin diperketat seperti harus ada ijazah atau akta kelahiran untuk melihat usia calon pengantin,” ujarnya.

Pengajuan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama Bangil ada berbagai sebab. Bisa karena pergaulan, ataupun ketakutan ada hal-hal yang tidak diinginkan sehingga segera dinikahkan oleh keluarga.

ILUSTRASI Buku Nikah

“Alasannya paling banyak karena pergaulan, ada juga yang yang karena sudah pacaran dekat, takut terjadi apa-apa akhirnya segera dinikahkan,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2018 kemarin, Pengadilan Agama Bangil mencatat pengajuan dispensasi menikah mencapai 34 pengajuan. Jumlah ini memang jauh meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 22 pengajuan.

Zulfiatu menambahkan, dispensasi menikah kebanyakan dilakukan kepada perempuan yang dibawah usia. Sedangkan laki-lakinya sudah memasuki usia pernikahan. “Kebanyakan perempuan yang masih dibawah usia minimal perkawinan, sedangkan yang laki-laki sudah memenuhi. Namun tetap harus diajukan dispensasi menikah,” ungkapnya. (eka/fun)