Begini Cara Tahanan yang Bunuh Diri di Polres Dapatkan Gunting

KRAKSAAN – Eli Sutrisno, 19, tahanan Polres Probolinggo kasus pil koplo yang mencoba bunuh saat ini masih dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Lalu, apa yang membuatnya berbuat nekat dengan menusukkan gunting ke dadanya?

Salah satu sumber di Polres Probolinggo menyebutkan, Eli Sutrisno yang ditangkap dua kali atas kasus yang sama, diduga alami depresi. Itu lantaran sejak ia ditahan di sel Mapolres Probolinggo sejauh ini belum ada keluarganya yang menjenguk.

“Jadi tahanan itu sudah dua kali terjerat kasus obat keras. Saat ditangkap kali kedua, belum ada keluarganya yang datang untuk membesuknya. Mungkin karena itu, diduga (Eli) alami depresi. Lantas mencoba bunuh diri,” ujar sumber internal di kepolisian.

Sementara itu, Polres Probolinggo juga masih mendalami insiden aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan tahanan narkoba itu. Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, kejadian itu bermula ketika yang bersangkutan meminjam gunting untuk potong rambut.

Namun, setelah itu yang bersangkutan langsung menusukan gunting itu ke dadanya. “Pamitnya untuk potong rambut. Tetapi, tidak tahunya digunakan untuk aksi percobaan bunuh diri,” ungkap kapolres saat dikonfirmasi. Petugas jaga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya untuk mengevakuasi. Kemudian dilarikan ke RSUD Waluyo Jati.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu juga menegaskan, pihaknya juga akan memeriksa petugas yang memberikan gunting pada Eli. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian pada sisi petugas. “Jadi sudah ditangani. Dan, untuk yang bersangkutan pun sudah baikan,” tandasnya. (sid/mie)