Polisi Periksa Tiga Saksi untuk Selidiki Tewasnya Remaja di Pintu Dam di Lecari

SUKOREJO – Kepolisian masih mendalami penyelidikan atas insiden yang dialami M. Mahrus Ali, 19. Sampai kini polisi mencari tahu apa penyebab remaja asal Dusun Kutukan, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, yang ditemukan tewas Kamis (31/1) silam.

TKP: Jenazah korban saat tersangkut di dam. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Untuk memastikan kasus yang terjadi di lapangan, unit reskrim polsek Sukorejo telah memeriksa tiga orang saksi. Masing-masing dua orang rekan korban. Mereka diketahui sempat ngopi bersama, sebelum kejadian. Hingga kemudian ada satu saksi yang mengetahui, ada orang terhanyut saat akan buang air besar ke sungai.

“Sudah tiga orang saksi kami periksa di mapolsek, dimungkinkan akan periksa beberapa orang saksi lainnya jika memang dibutuhkan. Kini dalam proses,” ungkap Kapolsek Sukorejo AKP Supriadi.

Khusus dua orang saksi yang diperiksa, keduanya merupakan rekan korban saat ngopi bareng di warkop. Namun, kata kapolsek, keduanya tidak mengetahui persis jatuhnya korban. Keduanya hanya tahu saat korban keluar jalan kaki dan sempat pamit buang air kecil.

Saat buang air kecil, motor korban tetap berada atau di parkir di teras warkop tersebut. Lokasinya berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban.

“Keterangan dari saksi-saksi ini semuanya sudah di BAP, diperlukan sebagai alat bukti untuk mengungkap kejadian sebenarnya menimpa korban ditemukan tewas nyangkut di pintu dam,” jelasnya.

Sejauh ini, dugaan sementara tewasnya korban jatuh terpeleset saat buang air ke tepi sungai pada malam harinya. Korban diperkirakan terseret arus, hingga kemudian sudah tak bernyawa dan jenazahnya tersangkut di pintu dam.

Untuk memperjelas penyebab tewasnya korban, polisi juga menunggu hasil otopsi jasad korban, oleh tim forensik RS Bhayangkara, Porong, Sidoarjo. Proses otopsi ini sudah atas persetujuan bahkan permintaan pihak keluarga korban.

“Saat otopsi dilakukan, tim dokter forensik memeriksa dua organ vital korban. Masing-masing lambung dan jantung. Juga sampling darahnya pula. Sekarang dalam proses lab, 2-7 hari kedepan hasilnya dapat diketahui,” katanya.

Disinggung mulut korban yang keluar seperti cairan busa, kapolsek mengatakan, keterangan dari tim forensik adalah semacam angin dari paru-paru yang keluar ke permukaan. Kemudian luka robek pada kepala samping kanan, bentuknya tidak beraturan dimungkinkan benturan dengan benda keras di sepanjang sungai.

“Untuk penyebab kematiannya, saat ini tetap seperti dugaan sementara tersebut. Jika alat buktinya lengkap, sekaligus hasil otopsinya keluar baru bisa kami simpulkan,” bebernya. (zal/fun)