Begini Nasib Tabloid Indonesia Barokah yang Dikirim ke Probolinggo

MAYANGAN – Ribuan tabloid Indonesia Barokah (IB) yang masuk ke wilayah Probolinggo belum jelas akan diapakan. Polres Probolinggo Kota sampai saat ini belum mendapatkan instruksi, baik dari Mabes Polri maupun Polda Jatim untuk menyikapi beredarnya tabloid IB itu.

“Untuk sementara belum ada instruksi resmi dari Polri dan Polda Jatim,” ujar AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota saat dikonfirmasi.

Namun, untuk meminimalkan dampak kegaduhan karena beredarnya tabloid IB, untuk sementara pengiriman di-hold di kantor pos atau ekspedisi. “Di-hold artinya dipegang dulu oleh pihak pos atau ekspedisi. Jangan sampai dikirim ke alamat tujuan. Menunggu instruksi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu Azam Fikri, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo telah memastikan, tidak ditemukan unsur kampanye dalam tabloid IB. Sehingga tidak bisa dijerat dengan pelanggaran kampanye.

“Hasil koordinasi dengan Bawaslu RI, tidak ada pelanggaran kampanye. Cuma memang ada pelanggaran UU Pers karena alamat redaksinya tidak jelas. Namun ini bukan kewenangan Bawaslu untuk menindak, melainkan Dewan pers,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Sabtu (26/1) Polresta bersama Bawaslu, KPU, FKUB Kota Probolinggo, menemukan ribuan tabloid IB diterima oleh Kantor Pos Probolinggo. Total sekitar 1.688 paket tabloid dikirimkan ke Probolinggo dengan mekanisme porto dibayar dimuka.

Dari jumlah itu, 500 paket telah dikirimkan ke alamat tujuan. Sedangkan 1.188 paket ada di kantor Pos Probolinggo serta Kantor Pos Cabang yang ada di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Setiap paket berisi tiga tabloid. Sehingga total ada 5.064 tabloid, baik yang sudah disampaikan ke alamat tujuan maupun yang masih ditahan di Kantor Pos. Sasaran tujuan pengiriman paket ini adalah masjid-masjid maupun pondok pesantren. (put/hn)