BPIH Tahun 2019 Ditetapkan Rp 35,2 Juta, Ini Pertimbangannya

 JAKARTAPembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini akhirnya tuntas. Harga satu kursi bagi calon jamaah haji (CJH) sekitar Rp 35.235.602. CJH boleh bernapas lega. Nominalnya tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

Hal itu disampaikan Hasan Aminuddin, anggota Panja Komisi VIII DPR RI. Keputusan soal BPIH itu berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan panja BPIH Kemenag RI.

Ketua DPP Partai Nasdem itu mengatakan, dalam RPD, sejumlah komponen BPIH tahun ini menjadi pembahasan. Pertama, mereka menyepakati asumsi nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang dolar Amerika (USD) dan Saudi Arabian Riyal (SAR). Dimana, 1 USD sama dengan Rp 14.200, sementara 1 SAR sama dengan Rp 3.786,67.

“Hasilnya, disepakati, direct cost atau biaya yang dibayar oleh jamaah pada BPIH tahun 1440 H/2019 M, rata-rata per jamaah sebesar Rp 35,235,602,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo. ”Living cost ditetapkan sebesar SAR 1.500 atau ekuivalen sebesar Rp 5.680.005,” terangnya.

Mantan Bupati Probolinggo itu mengatakan, harga rata-rata biaya penerbangan per jamaah dari Embarkasi Haji ke Arab Saudi Pergi-Pulang (PP) sebesar Rp 30.079.285. Dengan rincian, Rp29.555.597 dibayar oleh jamaah dan sisanya sebesar Rp 523.688 dibebankan pada dana optimalisasi (indirect cost).

Selain itu, dikatakan Hasan, pihaknya mendesak pada Kemenag RI untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji. Mulai dari layanan akomodasi di Makkah dengan sistem zonasi berdasarkan asal Embarkasi, layanan bus Shalawat disediakan untuk akomodasi yang berjarak minimal 1.000 meter dari Masjidilharam. Termasuk menu katering cita rasa nusantara sesuai zonasi penempatan jamaah.

“Kami juga mendesak peningkatan pelayanan, termasuk layanan bus Shalawat dari pemondokan dan akomodasi ke Masjidilharam atau sebaliknya, hanya ditempuh 1 kali naik bus. Serta, peningkatan kualitas tenda di Arafah berupa penambahan AC,” terangnya.

Dengan adanya penetapan ini, dikatakan Hasan, para CJH yang sudah mendapatkan pemberitahuan berangkat tahun ini, segera untuk mempersiapkan biaya pelunasannya. Sehingga, saat sudah ada pengumuman waktu pelunasan, bisa langsung melunasi.

Jangan sampai, karena ketidaksiapan para calon jamaah, pemberangkatannya gagal tahun ini atau ditunda tahun depan. “Harus segera disiapkan sekarang. Supaya, saat sudah ada waktu pelunasan, bisa langsung melunasi. Karena tidak bisa diremehkan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Alasannya, ia belum mendapat surat resmi dari Kemenag RI ataupun Kanwil Kemenag Jatim.

“Kami masih menunggu surat resminya. Termasuk jadwal pelunasannya,” terangnya. Karena itu, ia mengimbau agar CJH yang bakal berangkat tahun ini, sudah menyiapkan biaya pelunasan. (mas/rf)