Nelayan Probolinggo Belum Banyak Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

SANDAR: Sejumlah kapal nelayan sandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Sejauh ini, masih banyak nelayan yang belum mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Jumlah nelayan di Kota Probolinggo yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, terus bertambah. Sejauh ini, tercatat ada 625 nelayan yang sudah resmi mendaftar. Antusiasme nelayan ini, karena kepesertaan mereka menjadi persyaratan untuk bisa melaut.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Agus Dwi Fitriyanto mengatakan, per 18 Januari lalu, ada 326 nelayan yang mendaftar. Namun, per awal bulan ini ada tambahan 300 nelayan. “Sampai awal Februari ini total ada tambahan 300 nelayan yang ikut program,” ujarnya.

Menurutnya, ratusan peserta itu merupakan nelayan dan anak buah kapal (ABK) yang menggunakan kapal berkuran 10-30 gross tonnage (GT). Ia menyebutkan, masih ada potensi nelayan lain akan ikut Program BPJS Ketenagakerjaan. “Nelayan 10-30 GT jumlahnya ada sekitar 1.500 orang. Masih ada yang belum bergabung,” ujarnya.

Menurut Agus, nelayan yang belum bergabung itu dipastikan juga akan ikut mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, ini menjadi syarat untuk mengurus izin berlayar ke Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. “Potensi peserta dari nelayan juga masih besar. Karena nelayan maupun ABK di atas kapal 10 GT juga masih belum sepenuhnya ter-cover,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, pihaknya juga sudah bertemu dengan paguyuban nelayan yang menggunakan kapal berukuran di atas 30 GT. Ternyata, jumlah nelayannya juga lebih banyak. “Ada sekitar 3.500 nelayan yang bekerja di kapal berukuran di atas 30 GT. Mereka ini juga perlu mendapat perlindungan saat bekerja di laut,” ujarnya. (put/rud)