Prioritaskan Perbaikan Drainase, Anggarannya Disiapkan Rp 2,9 M Tahun Ini

PASURUAN – Drainase lingkungan di Kota Pasuruan menjadi persoalan serius, menyusul tingginya intensitas hujan saat ini. Tak sedikit drainse yang tersumbat, hingga berpotensi meluber ke jalan dan permukiman.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pasuruan, Akung Novajanto mengatakan, beberapa titik drainase kondisinya memburuk. Salah satunya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo.

“Kerusakan terjadi mulai dari simpang tiga Jalan Slamet Riyadi atau depan kantor kelurahan hingga ke selatan,” ujar Akung, beberapa waktu lalu.

Pihaknya pun sudah menerjukan tim untuk menyurvei lokasi guna mengetahui kondisi drainase tersebut. Itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat setempat.

“Memang ada usulan agar drainase diperbaiki. Baik itu usulan dari kelurahan maupun masyarakat sekitar,” ungkap dia.

Hasil survei kata Akung, kondisi drainase di sepanjang jalan itu memang cukup memprihatinkan. Sebab, ketika turun hujan seringkali air meluap dari saluran drainase.

“Terutama saat hujan, air itu antre masuk ke sungai karena salurannya tersumbat,” jelasnya.

Karena itu, upaya perbaikan itu dinilai mendesak untuk dilakukan. Pihaknya pun merencanakan perbaikan drainase pada tahun ini. Perbaikan dilakukan dengan memperlebar saluran.

Pemkot menyiapkan anggaran Rp 2,9 miliar untuk merealisasikannya. “Saat ini masih tahap perencanaan. Insya Allah bulan depan sudah mulai dilelang,” akunya.

Akung berharap, masyarakat lebih peduli dengan kondisi drainase tersebut. Terutama tidak membuang sampah di saluran drainase. Sebab, bisa menyumbat saluran.

“Setelah diperbaiki, kami harap warga turut menjaga kondisinya agar tetap baik. Juga tidak memarkir kendaraan di atas saluran, karena akan mempercepat kerusakan fisik,” tandasnya. (tom/fun)