Tebing di Prigen Longsor dan Timpa Warung usai Hujan Deras Mengguyur

PANDAAN – Hujan deras tak hanya membuat plengsengan di Desa Manaruwi ambrol. Hujan juga membuat tebing dengan ketinggian sekitar 8 meter, di perbatasan antara Kelurahan Prigen dengan Kelurahan Pecalukan, tepatnya Lingkungan Rekesan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, mengalami longsor Senin (4/2) sore.

TAK ADA KORBAN: Penampakan tebing yang longsor. (Istimewa)

Saat tebing longsor, di sekitar lokasi hujan lebat. “Sempat terdengar suara gemuruh, ternyata ada tebing yang longsor. Posisinya di sebelah barat jembatan sungai, menghubungkan Kelurahan Prigen dengan Pecalukan,” ucap Hadi Sucipto, warga Pecalukan.

Material longsoran di lapangan berupa tanah, bebatuan, dan juga sejumlah pohon ikut terseret ke bawah. Sebagian warga lari atau jatuh ke jembatan. Selain itu, material longsoran yang ada juga menimpa satu unit warung semipermanen beratapkan seng dan tiang kayu. Saat kejadian berlangsung, posisinya kosong atau tidak sedang berjualan.

“Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam kejadian ini. Hanya kerugian materiil saja. Longsor di lokasi ini adalah pertama kalinya, sebelumnya tidak pernah,” katanya.

Sementara itu, sementara waktu jalan yang ada tidak bisa dilalui. “Di lapangan sudah kami monitor, tetap terus dipantau karena hujan lebat masih berlangsung. Evakuasi materialnya nunggu hujan reda dan telah kami laporkan ke BPBD Kabupaten Pasuruan,” terang Camat Prigen Mujiono. (one/fun)