Batal Bangun GIC Tahun Ini, Pemkot Berencana Gandeng Swasta

BAKAL LOKASI: Lahan di samping proyek PLUT-KUMK di Gadingrejo. Di lahan inilah rencananya pemkot membangun Gedung Islamic Center. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Keinginan Pemkot untuk memiliki Gedung Islamic Center (GIC) di Kota Pasuruan terus dimatangkan. Hanya saja realisasinya dipastikan tidak dapat terlaksana tahun ini.

Pasalnya, untuk pembangunan GIC, memerlukan dana yang sangat besar. Pemkot pun berupaya untuk menggandeng pihak swasta. Sejauh ini, Pemkot sudah mendapatkan penawaran dari pihak swasta untuk pembangunannya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan, Adri Joko Srijono mengungkapkan rencana pembangunan GIC di Kota Pasuruan masih berlanjut. Beberapa waktu lalu, pihaknya pun sempat mendapatkan penawaran dari pihak swasta.

Mereka berkeinginan untuk menjadi investor dalam pembangunan GIC tersebut. Pemkot sudah melakukan koordinasi dengan pihak swasta tersebut. Namun, ternyata sampai saat ini, keinginan investor ini belum ada kelanjutan.

“Ada salah satu pihak swasta asal Kota Surabaya tertarik menjadi investor. Tentunya, kami sangat menyambutnya. Karena pembangunannya membutuhkan anggaran miliaran. Cuma, belum ada kelanjutan lagi dari mereka,” jelasnya.

Joko -sapaan akrabnya- menjelaskan pihaknya sempat mengkaji rencana ini. Bahkan, pihaknya pun sempat melakukan studi ke daerah lain tentang GIC. Dari hasil kajian ini, diketahui jika Kota Pasuruan memang sangat membutuhkan GIC.

Pemkot pun sudah menyiapkan lahan di sisi barat kantor kecamatan Gadingrejo. GIC bakal berada di satu lokasi lahan dengan gedung pusat layanan usaha terpadu (PLUT) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo.

GIC ini nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan dari komponen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Pasuruan. Selain itu, GIC juga berfungsi sebagai media dakwah dan studi keislaman di kota Pasuruan.

“Rencana pembangunan GIC di Kota Pasuruan tetap ada. Cuma sepertinya tidak bisa dilakukan tahun ini. Kami memang membutuhkannya, cuma kalau menggunakan dana APBD masih ada skala prioritas yang kami dahulukan. Insya Allah, tahun depan,” ungkap Joko. (riz/fun)